TEMPO.CO, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ditutup melemah dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap pembicaraan badan baru khusus ekspor strategis.
IHSG turun 228,56 poin atau 3,46 persen menjadi 6.370,68. Sedangkan 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 16,27 poin atau 2,50 persen menjadi 634,82.
“IHSG melemah akibat tekanan jual menyusul rumor pemerintah berencana mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus yang dibentuk negara,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam analisanya di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara. Di antara.
Beberapa komoditas strategis yang dikabarkan akan diatur melalui badan khusus tersebut antara lain batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan mineral logam.
“Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor bahwa ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada margin keuntungan perusahaan,” kata Ratna.
Ratna menjelaskan, rumor tersebut juga terkait dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pedoman Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN 2027 pada Rabu, 20 Mei 2026.
Rencana ini menandai pertama kalinya kepala negara menyampaikan langsung dokumen KEM-PPKF ke parlemen yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Sementara itu, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu nanti. Berdasarkan konsensus, BI diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen untuk membendung depresiasi nilai tukar rupiah.
Selanjutnya, pertumbuhan kredit pada bulan April diperkirakan tumbuh sebesar 9,7 persen year on year (yoy), dibandingkan 9,49 persen yoy pada bulan Maret 2026.
Dibuka melemah, IHSG masih bertahan di teritori negatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bertahan di zona merah hingga pasar saham ditutup.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, kesebelas sektor tersebut melemah, dengan sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 7,54 persen, disusul sektor energi, serta sektor transportasi & logistik yang masing-masing melemah sebesar 6,89 persen dan 6,60 persen.
Top gainer adalah LCKM, RELI, ASPR, UDNG, dan CINT, sedangkan top gainers adalah DSNG, ELPI, TAPG, ICON, dan DFAM.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.804.569 kali transaksi dengan total perdagangan sebanyak 46,07 miliar lembar saham senilai Rp25,80 triliun. Sebanyak 112 saham menguat, 612 saham melemah, dan 94 saham stagnan.
Di bursa regional Asia siang ini, indeks Nikkei melemah 75,45 poin atau 0,12 persen menjadi 60.740,50; indeks Hang Seng menguat 122,67 poin atau 0,48 persen menjadi 25.797,85; indeks Shanghai naik 38,01 poin atau 0,92 persen menjadi 4.169,54; dan indeks Straits Times naik 75,59 poin atau 1,51 persen menjadi 5.072,34.
Membaca: Purbaya Dorong Investor Beli Saat IHSG Anjlok













