MUSIKUS Dikta merilis mini album atau diperpanjang halberbaring (EP) berjudul Tidak menyesal pada Jumat, 15 Mei 2026 dengan sentuhan lagu-lagu yang terasa lebih personal, lebih berani, dan menjadi titik eksplorasi baru dalam perjalanan bermusiknya. Berisikan enam lagu, Tidak menyesal menjadi representasi penuh dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP ini.
Dikta mengatakan seluruh proses kreatifnya dilakukan secara sadar, penuh keyakinan, dan tanpa penyesalan sedikit pun. “Gua senang dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener kasih 100 persen yang ada di gua untuk EP ini,” katanya dalam konferensi pers di Krapela, Rabu, 13 Mei 2026. Nama “Unapologetic” pun dipilih karena dianggap paling tepat menggambarkan keseluruhan energi yang ingin ia hadirkan.
Berisi enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musikal penyanyi bernama lengkap Pradikta Wicaksono itu. Tiap lagu punya warna musik yang berbeda. Meski tidak seluruhnya bersifat eksperimental, beberapa lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Dikta untuk akhirnya memainkan warna musik yang selama ini ingin ia eksplor namun belum sempat diwujudkan.
Di dalam Tidak menyesalDikta menghadirkan nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya baik secara musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun. Dari keenam lagu tersebut, “Stop Bilang Iya” dipilih menjadi melacak pembuka. Lagu ini mengangkat tema tentang orang yang menyenangkan dan menjadi semacam pengingat untuk berani memprioritaskan diri sendiri. “Gue kan termasuk yang kesenangan orang juga, dan kalau kita mengiyakan omongan orang terus, capek juga ya,” katanya.
Penyanyi Pradikta Wicaksono atau Dikta berpose seusai menggelar sesi dengar (hearing session) mini album terbarunya yang bertajuk Unapologetic di Krapela, Blok M, Jakarta, 13 Mei 2026. Tempo/Bagus Pribadi
Lalu masuk melacak “Hujan”, Dikta merefleksikan dirinya sebagai manusia agar peduli terhadap lingkungan. Tema yang berbeda dalam satu EP sengaja dilakukannya dengan fokus tetap refleksi terhadap diri sendiri. “Ini lagunya sudah ada lama sejak 2012 kalau tak salah di Soundcloud, cuma memang gue suka banget lagu ini jadi digubah ulang,” tuturnya.
Ia memberikan alasan baru kembali merilis EP setelah hampir empat tahun. Salah satu faktor utamanya adalah selesainya proses pencarian jati diri dalam bermusik. “Tahun lalu saya merasa sudah saatnya membuat sesuatu yang benar-benar saya sukai. Sekarang saya ingin lebih jujur dan apa adanya, maka dengan tim seadanya saya bilang akan bikin EP,” kata Dikta.
Proses Singkat
Penyanyi berusia 40 tahun itu mengerjakan album Tidak menyesal dalam waktu dua bulan. Meski durasinya singkat, ia menyukai dan merasa nyaman dengan ritme kerja yang cepat dan spontan.
“Kalau terlalu lama direncanakan biasanya saya cepat bosan di tengah jalan. Akhirnya pengerjaannya sangat mepet tenggat waktusampai kami kurang tidur dan suasananya cukup kekacauan. Tapi syukurlah, enam lagu berhasil diselesaikan,” ujar Dikta.
Daripada tetap bermain-main di ranah kota-pop dengan nuansa musik yang gembira, Dikta beralih ke eksplorasi warna musik lain. Hal itu mengingat dirinya tak cocok di atas panggung dengan suasana lagu yang terlalu gembira. “Jika dibanding EP pertama yang berisi lima lagu itu dikerjakan dalam waktu empat bulan. Kali ini kami benar-benar mengejar tenggat waktu dengan tekanan yang sangat tinggi dan lagu-lagunya seperti ini,” katanya.
Judul Lagu EP Tidak menyesal
Pilihan Editor: Mengenal Angel Noise, Duo Pop Rock Korea Selatan













