Dari program CKG Sekolah sepanjang 2025, pemerintah menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa. Ketiganya adalah masalah kebugaran sebanyak 60,69 persen; karies gigi 47,24 persen, dan anemia 27,49 persen.
Sepanjang Januari hingga awal Mei 2026, sebanyak 4.883.890 siswa telah diskrining dari total 45.596 sekolah.
Adapun untuk data terbaru tahun ini, program CKG juga menemukan tiga masalah kesehatan terbesar, yakni gigi berlubang 41,5 persen; peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan kotoran telinga menumpuk 8,6 persen.
Qodari mengatakan melalui program CKG ini pemerintah berupaya menjemput bola untuk memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat pelayanan dasar kesehatan yang sama.
“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis. Dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun di kesehatan,” kata Qodari.












