Mekkah (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia atas kerja sama dan tertibnya mentaati instruksi pejabat selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Saya menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas tertibnya pelaksanaan ibadah haji. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparat yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia diberikan haji yang mabrur, kata Yusuf, Minggu.
Puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tendanya di Mina dan kembali ke hotelnya di Mekkah.
Menteri kemudian menyatakan, keberhasilan tahap Mina merupakan hasil kerja sama seluruh penyelenggara, pejabat, dan jamaah haji Indonesia.
Alhamdulillah fase Mina telah selesai dengan sukses. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Mekah. Mina kini sudah bersih dari jamaah Indonesia, tambahnya.
Meski tahap Mina telah selesai, Yusuf memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan. Ada jamaah yang melaksanakan Tawaf-ifadah pada tanggal 10 hingga 13 Zulhijjah, ada pula yang menyelesaikan ritualnya sebelum pulang ke rumah.
Dia telah menginstruksikan Pejabat Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Saudi untuk terus memantau dan mendampingi jamaah yang belum menyelesaikan Tawaf-ifadah.
Bantuan ini sangat penting untuk mencegah kepadatan berlebih di area tawaf, sekaligus memastikan jamaah lansia dan jamaah berisiko tinggi tetap mendapat perhatian prioritas.
Ia juga menghimbau agar jamaah tetap menjaga kesehatan setelah menyelesaikan tahapan puncak ibadah haji. Pemulangan jamaah haji Indonesia ke Indonesia akan dimulai secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.
Lebih lanjut, Yusuf mencatat, berakhirnya fase Mina tidak menandai berakhirnya penyelenggaraan haji. Kementerian Haji akan segera mengevaluasi seluruh tahapan pelayanan untuk perbaikan pelaksanaan ke depannya.
Pada 29 Mei 2026, Kementerian Haji mendapat informasi awal dan jadwal pelaksanaan ibadah haji 2027 dari pemerintah Arab Saudi. Informasi ini akan menjadi dasar untuk mempersiapkan ibadah haji tahun depan lebih awal.
Menurut dia, pengalaman persiapan awal ibadah haji 2026 berdampak signifikan terhadap ketertiban operasional, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh elemen penyelenggara.
“Evaluasi dan persiapan harus dimulai sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan peningkatan ketertiban, kualitas pelayanan, dan kesiapan secara keseluruhan. Kita targetkan penyelenggaraan haji 2027 lebih baik, lebih ramah lansia, serta lebih aman dan memuaskan bagi jamaah,” pungkas Menkeu.
Berita terkait: Jamaah haji Indonesia akan mulai kembali pada 1 Juni
Berita terkait: Indonesia dan Arab Saudi bahas peningkatan keamanan jemaah haji
Berita terkait: Arab Saudi mengkaji kesiapan keamanan haji jelang musim 1447H
Translator: Citro Atmoko, Resinta Sulistiyandari
Redaktur: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026












