Sebelumnya, heat stroke bisa terjadi pada anak ketika cuaca panas ekstrem. Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh terlalu panas (hipertermia), yang membuat suhu tubuh melonjak dan sistem pengatur suhu tubuh terganggu atau bahkan gagal berfungsi.
Untuk mencegah heat stroke orangtua diminta mengingatkan anak untuk minum dan mengatur aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas seperti disampaikan dokter spesialis anak konsultan respirologi Darmawan Budi Setyanto.
“Yang perlu ditekankan adalah kebiasaan minum. Ingatkan pada anak-anak untuk membawa bekal air minum dan sering-sering minum,” kata Darmawan.
Selain itu. di tengah cuaca panas anak kerap beraktivitas di luar ruangnan. Kondisi ini membuat anak rentan mengalami dehidrasi bila jarang minum.
Anak kerap tidak segera minum karena belum merasa haus, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan untuk menjaga fungsi metabolisme dan pengaturan suhu tubuh.
“Kadang-kadang anak kalau tidak merasa haus sekali, tidak mau minum. Ini perlu ditekankan bahwa air ini sangat penting untuk menjaga regulasi tubuh kita, metabolisme tubuh kita akan tetap berfungsi dengan baik,” ujar Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam seminar media daring pada Selasa, 19 Mei 2026 mengutip Antara.












