Cerita 5 Hari Heru di Penjara Israel: Ditelanjangi, Disetrum, Diteror Granat

Cerita 5 Hari Heru di Penjara Israel: Ditelanjangi, Disetrum, Diteror Granat

Selama di penjara, kekerasan bukan hanya dilakukam secara fisik, tapi juga tekanan psikologis yang datang tanpa henti. Para aktivis, kata Heru, sengaja dibuat tidak nyaman selama di penjara. Beberapa momen seperti saat ingin makan, mereka kerap kali harus berhadapan dengan granat.

“Selain penyiksaan fisik juga perawatan psikologis-lah bisa saya bilang seperti itu. Jadi kita dibikin nggak nyaman, kita diteror terus,” tandasnya.

Sama seperti Andre dan yang lainnya, Heru pun mogok makan. Itupun hanya disediakan roti dan air yang sangat terbatas. Namun, kondisi yang menurun membuat Heru terpaksa harus makan.

Menjelang dipindahkan ke kantor imigrasi, kekerasan terhadap Heru dan aktivis GSF tak kunjung usai. Heru menceritakan saat dirinya bersama yang lain dijemur di bawah teriknya matahari.

Tepat pukul 12.00, mereka dijemur berjam-jam sambil mendengar lagu-lagu Israel yang diputar tanpa henti. Menurut Heru, momen ini menjadi salah satu situasi paling menguras tenaga.

Kemudian, para aktivis dibawa ke kantor imigrasi. Namun nyatanya, perlakuan kasar belum benar-benar selesai. Mereka kembali diminta telungkup hingga dua jam sambil menunggu antrean.

“Bangun sedikit di-apa diteriakin sama mereka, ‘Turun! Turun!,” tuturnya.

Heru menjadi salah satu orang yang paling lama diculik tentara Israel. Dia merana dan tersiksa selama lima hari.

Meski begitu, Heru menegaskan dirinya tidak kapok untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina. Baginya, penderitaan yang dirasakan rakyat Palestina jauh lebih menyakitkan. Momen ini juga menguatkan bahwa Israel masih terus melakukan penjajahan di tanah Palestina.

“Enggak kapok karena apa yang kita alami ini jauh lebih ringan daripada penderitaan rakyat Gaza di Palestina,” kata Heru.

Kini, Heru bersama delapan orang lainnya kembali menginjakkan kaki di Indonesia dengan selamat. Meski begitu, kondisi kesehatan masih menjadi perhatian utama baginya.

Dia mengaku berencana pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tubuhnya baik-baik, setelah mengalami kekerasan yang dialaminya selama di penjara.

Tautan sumber