Prabowo Hadiri Panen Udang di Kebumen, Hasilkan Rp2,8 Miliar Per Hektare

Prabowo attends shrimp harvest in Kebumen, produces Rp2.8B per hectare

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu meninjau panen raya di Budidaya Udang Berbasis Area (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, yang mencatat produktivitas tinggi dengan nilai ekonomi Rp2,8 miliar (US$154 ribu) per hektar.

Saya mendapat laporan satu hektar bisa menghasilkan 40 ton, dengan harga Rp70.000 (US$3,85) per kilogram. Artinya Rp70 juta (US$3.851) per ton,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara meninjau efisiensi sistem budidaya udang vannamei yang mampu menghasilkan 40 ton per hektar dengan harga jual Rp70.000 per kilogram.

Ia menyatakan optimismenya terhadap potensi ekonomi yang dihasilkan tambak dengan sistem pengelolaan modern.

BUBK Kebumen dikembangkan menggunakan konsep budidaya perikanan modern yang merupakan praktik terbaik, termasuk sistem pemasukan air laut, kolam penampungan, saluran masuk dan keluar terpisah, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu.

Model ini terbukti mengoptimalkan efisiensi produksi dibandingkan metode budidaya perikanan tradisional.

Fasilitas ini juga telah memberikan dorongan ekonomi yang besar ke wilayah tersebut. Dengan 206 kolam, dapat menghasilkan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar (US$3,6 juta) per siklus, dan berpotensi meningkat menjadi Rp134,4 miliar (US$7,3 juta) per tahun jika dikelola secara optimal.

Prabowo juga menyebutkan nilai strategis proyek ini dalam mendukung lapangan kerja lokal, selain menghasilkan pendapatan. Hingga saat ini, sudah ratusan orang yang dipekerjakan di BUBK Kebumen.

“Ini sangat produktif. Saat ini ada 650 warga lokal yang bekerja dan kami juga sudah mengembangkan 2.000 hektar di Waingapu,” tambahnya.

Keberhasilan model BUBK Kebumen kini direplikasi oleh pemerintah di wilayah lain di Indonesia, termasuk proyek berskala besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kebumen kini menjadi model bagi daerah lain dalam mentransformasi sistem budidaya perikanan tradisional menjadi sistem modern berbasis teknologi.

Pemerintah menilai udang merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.

Dengan praktik budidaya yang baik, udang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan devisa yang berkelanjutan dan menjadi pilar penguatan ketahanan pangan nasional di tahun-tahun mendatang.

Berita terkait: Prabowo jamin swasembada pangan di tengah ketegangan geopolitik

Berita terkait: Prabowo berjanji untuk memperluas tambak produktif di seluruh wilayah

Berita terkait: Ekspor udang Indonesia ke AS melonjak meski ada kasus kontaminasi

Translator: Aditya Ramadhan, Resinta Sulistiyandari
Redaktur: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Tautan sumber