MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para pelaku pasar modal untuk tetap tenang menghadapi anjloknya Indeks Harga Bagikan Kombinasi (IHSG). Bahkan, menurut dia, ini waktu yang tepat untuk membeli saham di bursa efek.
Pada pagi ini, Senin, 18 Mei 2026, IHSG dibuka di level 6.628,59 atau melemah dibandingkan dengan penutupan pekan lalu yang berada di posisi 6.723,32. Purbaya menilai, fluktuasi ini disebabkan faktor sentimen jangka pendek.
“Teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang,” ujar Purbaya di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin pagi.
Pernyataan itu ia sampaikan karena analisis teknikal menunjukkan IHSG akan bangkit kembali alias bangkit kembali dalam sehari hingga dua hari ke depan. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini memastikan pemerintah akan fokus menjaga fondasi perekonomian negara.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi domestik saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda resesi ekonomi. “Ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya,” katanya.
Adapun IHSG tercatat dibuka melemah di level 6.628,59 pada pagi hari ini. Pada penutupan pekan lalu, IHSG berada di posisi 6.723,32. IHSG juga sempat melemah hingga 4,28 persen ke level 6.435 pada pukul 10.00 WIB.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengungkapkan fokus pasar pekan ini masih akan tertuju pada implementasi penyeimbangan kembali atau penyesuaian indeks dan bobot saham Morgan Stanley Capital International (MSCI). “Volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi penutupan lelang yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio dana pasif global,” katanya dalam siaran pers pada Senin, 18 Mei 2026.
Imam menjelaskan, secara teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase kasar dengan mendukung di area 6.640 hingga 6.538. IPOT menilai tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme penyeimbangan kembali global dibandingkan dengan dengan deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural.
Pilihan Editor: Krisis Pasar Modal Setelah Penilaian MSCI













