TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI telah memfasilitasi kedatangan enam relawan peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).
Seperti dilansir oleh DI ANTARAJumat, Kementerian menyatakan enam dari tujuh relawan GSLC Indonesia tiba di Jakarta pada Jumat pukul 17.35 Waktu Indonesia Barat (WIB). Sementara itu, satu relawan Indonesia masih berada di Istanbul hingga beberapa hari ke depan.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan, sejak awal pemberangkatan, Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI terkait, termasuk KBRI Tripoli, telah berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk memantau dan memastikan keselamatan mereka.
Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan misi membawa bantuan kemanusiaan global ke Palestina melalui jalur laut dan darat.
Relawan GSLC menempuh jalur Libya-Mesir-Gaza dan diikuti oleh relawan dari seluruh dunia, termasuk tujuh dari Indonesia. Dalam perjalanannya, GSLC gagal mendapatkan izin untuk melintasi wilayah Sirte, di perbatasan barat-timur Libya.
Pada tanggal 25 hingga 26 Mei, KBRI Tripoli berhasil mengevakuasi tujuh relawan Indonesia. Selama berada di Tripoli, para relawan mendapat bantuan dan akomodasi di KBRI sambil menunggu kepulangannya ke Indonesia.
Para relawan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan yang diberikan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI.
Pemerintah kembali menegaskan bahwa melindungi WNI adalah prioritas utama. Pihaknya mengapresiasi semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia yang bersedia memberikan bantuan di wilayah konflik.
Namun mengingat tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang ingin menjadi sukarelawan dihimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan dengan cermat atau menyalurkan bantuannya melalui organisasi kemanusiaan terakreditasi yang memiliki jaringan mapan di daerah tujuan.
Membaca: Anggota Parlemen Mendorong Pemerintah untuk Menuntut Israel Atas Penculikan Warga












