Otoritas Listrik dan Air Dubai (DEWA) dan Republik Indonesia tengah menjajaki peluang baru untuk mempererat kerja sama di bidang energi bersih dan ketahanan air. Dalam pertemuan terbaru, Direktur Pelaksana dan CEO DEWA, Yang Mulia Saeed Mohammed Al Tayer, bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yang Mulia Husin Bagis, untuk membahas kemitraan publik-swasta serta pertukaran keahlian dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Al Tayer menyoroti pencapaian DEWA dalam upaya dekarbonisasi, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan kontribusinya terhadap target global net-zero. Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antara UEA dan Indonesia, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, dan investasi, dengan fokus khusus pada energi terbarukan dan keamanan air.
Al Tayer juga menjelaskan bagaimana DEWA mengadopsi model Produsen Energi dan Air Independen (IPWP), yang telah menarik investasi internasional dan menghasilkan tarif energi surya terendah dalam sejarah. Ia menegaskan kembali komitmen Dubai terhadap Dubai Clean Energy Strategy 2050 dan Dubai Net Zero Carbon Emissions Strategy 2050, dua strategi utama yang mendorong transformasi menuju ekonomi berkelanjutan. Salah satu proyek andalan dari strategi ini adalah Taman Surya Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang merupakan taman surya terbesar di dunia yang berlokasi di satu lokasi.
DEWA juga memainkan peran penting dalam mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta, khususnya dalam pengembangan hidrogen hijau, jaringan listrik pintar, dan praktik ekonomi sirkular. Dengan reputasi global dalam hal efisiensi dan inovasi, inisiatif DEWA sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan memperkuat posisi Dubai sebagai pelopor dalam investasi dan teknologi ramah lingkungan.
Duta Besar Bagis mengapresiasi berbagai inisiatif DEWA yang inovatif, dan menyatakan minat Indonesia untuk bekerja sama dalam meningkatkan akses terhadap air bersih dan terjangkau di Indonesia. Ia menyoroti bahwa kelangkaan air masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah terpencil dan kering. Oleh karena itu, ia melihat keahlian DEWA dalam desalinasi air dan pengelolaan air berkelanjutan sebagai model yang potensial untuk diterapkan di Indonesia dalam skala yang lebih luas.
Melalui kerja sama ini, UEA dan Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya mendukung pembangunan berkelanjutan di kedua negara, tetapi juga berkontribusi pada solusi global atas krisis energi dan air.