Wow..! Lagi dan Lagi Dugaan Kuat Proyek Siluman di Perumahan Permata Kecamatan Balaraja

0

Kopatas.news || Tanggerang , Proyek Betonisasi yang berada di Perumahan Permata Balaraja RT 10 RW 01 Desa Saga Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, Diduga Menabrak Aturan.

Team Media Online kopatas.news melihat beberapa kejanggalan dalam mengenai proyek Betonisasi yang berada di perusahaan Permata Balaraja. “Salah satu yang jelas terlihat adalah tidak adanya papan proyek yang dipasang dan mengabaikan K3 (kesehatan keselamatan kerja). Pemadatan jalan juga kurang padat,” ucap salah satu anggota team investigasi.

Proyek tersebut kami duga proyek siluman, karena tidak adanya papan proyek, kegiatan atau papan informasi pekerjaan. Jumlah anggaran berapa serta sumber dananya dari mana. Jelas ini menyalahi Undang-Undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

Karena warga, masyarakat juga berhak harus tahu tentang adanya tentang pembangunan, itu anggaran berapa dan sumber dana dari mana.

Kalau tidak adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat, bagaimana mungkin masyarakat dapat ikut mengawasi pekerjaan itu. Apakah sudah sesuai dengan standar yang diharapkan, karena dalam pengerjaanya tidak ada acuan atau spek teknisnya. Sehingga patut diduga adanya mark up di dalam pengerjaan proyek betonisasi jalan tersebut.

Selain dari pada itu pekerja juga tidak mementingkan Prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kadang kala disepelekan dan tidak diterapkan ketika sedang bekerja. Padahal, akibatnya buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Bukan tidak mungkin, keselamatan terancam dan kesehatan pun terdampak, kelalaian menerapkan prosedur K3 dapat diganjar dengan sanksi tertentu sesuai aturan yang berlaku.

Ketika salah satu pekerja di wawancara oleh awak media mengatakan, “Itu semua aturan dari Pelaksana dan mandor proyek pak, Kalau Pelaksananya Namanya Pak Aljaelani ini pun dia tidak pernah hadir, kami hanya mengerjakan saja dan tidak tahu ini anggaran dari mana, kami hanya disuruh mengerjakan saja kami tidak dikasih tahu Pak, ” ungkap salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya ketika ditanya oleh team investigasi dan Media.

Sampai tanyangnya berita Dugaan proyek siluman ini, Pak Aljaelani selaku pelaksana dan pihak terkait pekerjaan belum dapat di konfirmasi lebih lanjut.

( Lukman – Irsyad /Tim red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *