Disinyalir Ada Unsur Sentimentil dan Tekanan Dari Beberapa Organisasi di Cibiuk terhadap Disdik Garut, Izin Operasional untuk SMP MDI Sudah 7 Tahun Diduga Dipersulit

0

Kopatas.news || Garut – Hingga saat ini, Sekolah Menengah Pertama Plus Ma’had Darul Ikhlas (SMP Plus MDI) yang beralamat di Kampung Gandayayi, RT. 02, RW. 03, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut, seolah dipersulit masalah izin operasionalnya oleh Dinas Pendidikan yang ada diwilayah tersebut. Padahal, sudah jelas, SMP MDI ini memiliki fasilitas dan kapasitas yang layak serta memenuhi syarat. Selain itu itu, sekolah ini memiliki segudang prestasi yang sudah tidak diragukan lagi.

Pendiri sekaligus pengelola SMP MDI Plus Kecamatan Cibiuk, Buya Asep, mengatakan, bahwa dirinya sudah 7 tahun terus berjuang untuk mendapatkan izin operasional dari disdik Garut, namun selalu seolah dipersulit dan mereka (pihak Dinas Pendidikan) seperti takut oleh Oknum-oknum yang ada di 5 organisasi yang ada di Kecamatan Cibiuk.

“Saya sudah berjuang selama 7 tahun untuk mendapatkan izin operasional sekolah ini dari disdik, tapi kenapa pihak disdik selalu berdalih dengan beberapa alasan dan seperti takut oleh tekanan dari beberapa oknum yang bernaung di 5 organisasi yang ada di Kecamatan Cibiuk?. Dengan alasan yang tidak masuk akal dan asumsi yang tidak benar serta mengada-ngada”, kata Buya Asep. Kamis pagi, (02 November 2023).

Buya Asep menyesalkan akan sikap Dinas pendidikan Garut yang seolah takut oleh tekanan dari beberapa oknum yang bernaung dalam organisasi yang berada di tingkat Kecamatan Cibiuk. Dan pihak Dinas Pendidikan seolah tidak peduli akan kemaslahatan, kemajuan pendidikan di Garut, bahkan seolah tidak peduli terhadap murid-murid atau mereka yang sedang menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Yang jelas mereka para siswa sebagai generasi penerus bangsa, generasi penerus agama (umat islam), selain itu mereka generasi penerus yang nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak yang ada di Kabupaten Garut. Apakah mereka (oknum-oknum yang sentimen dan menghalangi izin) dan Dinas Pendidikan Garut tega dan enggan peduli dengan murid-murid atau para anak generasi bangsa serta penerus ajaran agama islam?”, tandasnya.

“Apa salah kami?, apa kesalahan dari sekolah kami?, aturan mana yang kami langgar?, dan aturan mana yang melarang agar sekolah kami tidak diberikan izin?, mereka dari pihak dinas dan dari pihak yang menghalangi izin sekolah kami tidak mau menjawab. Diajak duduk bareng dan diskusi pun mereka selalu gak mau. Jadi apa masalahnya?, kenapa izin operasional kami sudah 7 tahun dihalangi dan gak dikeluarkan?”, tegas Buya Asep.

Saat awak media mencoba konfirmasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Garut, kebetulan kadisnya tidak ada ditempat. Dan akkhirnya awak media diterima oleh Sekretaris Dinasnya yaitu Asep dan Kepala Bidang SMP yakni Yusuf. Pada Kamis sore, (02 November 2023).

Sebagai informasi, Asep baru beberapa bulan menjabat sebagai Sekretaris Dinas, sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Bidang SMP, dan posisi Kepala Bidang SMP kini dijabat oleh Yusuf.

Saat dikonfirmasi mengenai permasalahan izin operasional SMP MDI, Sekdis Asep mengakui sudah lama mengetahui adanya beberapa kali pengajuan izin dari pihak MDI semenjak dirinya menjabat jadi Kabid SMP. Namun, kata Sekdis Asep ada yang menghalangi pihak Disdik untuk mengeluarkan izin, yaitu adanya permintaan dari beberapa oknum pengurus yang ada di 5 organisasi yang ada di kecamatan Cibiuk. Bahkan kata Sekdis Asep, Kepala Dinas pun mengetahui sejak lama, dan Sekdis Asep berpesan agar pihak MDI membicarakan serta duduk bareng dengan para pengurus di 5 organisasi itu. Karena kata Sekdis Asep, kami pun enggan dan hawatir pihaknya ada masalah dengan mereka.

Seperti dijelaskan sebelumnya oleh pendiri dan pengurus SMP MDI, Buya Asep, bahwa pihaknya sudah berkali-kali berusaha untuk mengajak duduk bareng dan bermusywarah dengan pihak oknum pengurus dari 5 organisasi yang berada di Kecamatan Cibiuk itu, yakni pihak yang diduga tidak setuju dengan keberadaan sekolah MDI dan mereka diduga menghalangi serta melakukan penetrasi atau tekanan terhadap pejabat atau petinggi yang ada di Disdik Garut, agar izin untuk SMP MDI tidak dikeluarkan, dengan berbagai isu, tuduhan dan fitnah serta dengan alasan yang tidak masuk akal.

Sekdis Asep pun tergesa-gesa pergi dari ruangan seolah enggan banyak ditanya oleh wartawan, dan mempercayakan pada Yusuf untuk menghadapi dan menjawab setiap pertanyaan awak media. Yusuf selaku Kabid SMP pun seperti kebingungan dan sangat sedikit menjawab setiap pertanyaan wartawan, dengan alasan dirinya masih baru menjabat jadi kabid. Dan dia mengatakan takut salah dan hawatir menimbulkan masalah kalau banyak menjawab. Selain itu, dia mengatakan itu semua tergantung kebijakan dari pimpinan (Kepala Dinas).

Bahkan saat ditanya mengenai aturan atau payung hukum mana yang melarang agar pihak Disdik Garut tidak mengeluarkan izin operasional untuk SMP MDI, mereka pun tidak bisa menjawab. Mereka hanya banyak diam dan seperti kebingungan.

“Saya takut salah menjawab, karena takut salah, dan itu ranah pimpinan, saya juga baru sebulan menjabat jadi kabid. Nanti dalam waktu dekat saya akan berkunjung ke SMP MDI”, pungkas.

Namun, pihak SMP MDI sangat disayangkan, hingga saat ini, pihak Disdik Garut masih diam tanpa tindakan dan memberikan solusi. Bahkan janji dari Kabid SMP, yaitu Yusuf yang sebulan lalu mengatakan akan mengunjungi SMP MDI, hingga saat ini tidak pernah direalisasikan. Dan dianggap seolah janji belaka tanpa ada rasa ingin menepati janji dan ada rasa tanggung jawab untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai kabid SMP. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *