𝗣erempuan 𝗦halihah 𝗠enurut Pandangan 𝗦yara

0

KOPATAS.NEWS || RELIGI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“`Rasululullah ﷺ suatu hari ditanya oleh salah seorang sahabat: “perempuan mana yang termasuk ke dalam katagori seorang yang baik dan dapat memberikan keberkahan untuk suami jika dinikahi ?”

Rasululullah ﷺ menjawab:“`

“التى تسر إذا نظر و تطيعه إذا أمر ولا تخالفه في نفسها
ومالها بما يكره” (رواه النسائي)

“Perempuan yang suami akan senang jika melihatnya, mentaatinya jika diperintah untuk melakukan sesuatu, dan tidak bertentangan denganya terhadap yang dia benci baik yang berkaitan tentang dirinya atau hartanya” (H.R. An-Nasa’i)

“`Para ulama dalam menjelaskan makna perempuan yang menyenangkan suaminya jika melihatnya mengatakan:

اي هي التى تعجبه إذا نظر إليها لحسنها عنده و ما عليها من زينة و نظافة وقيل لدوام اشتغالها بالطاعة

“Yaitu perempuan yang suami itu senang jika melihatnya karena kecantikanya (menurut sang suami), karena dandanan dan kebersihanya, juga disebutkan karena keistiqomahan perempuan ini dalam ketaatan”.

Cantiknya perempuan itu menurut sang suami, karena seseorang bisa saja berbeda pendapat dalam menilai cantiknya orang, karena tidak ada perempuan yang cantik menurut semua orang, karena mereka melihat dengan pandangannya masing – masing, tapi memang ada perempuan yang cantik menurut umumnya orang, akan tetapi yang menjadi patokan di sini adalah cantik menurutnya walaupun tidak cantik menurut orang lain.

Telah maklum bahwa menikahi perempuan yang sangat cantik itu hukumnya makruh, karena ditakutkan akan banyak yang meliriknya dan bisa saja perempuan ini tidak nurut kepada suami karena sombong dengan kecantikanya.

Maksud dari perempuan ini akan menta’atinya jika diperintah oleh suami adalah menta’atinya jika diperintahkan terhadap sesuatu yang baik menurut syari’at , bukan kemaksiatan kepada Allah. Sedangkan maksud:

لا تخالفه في نفسها و مالها بما يكره 

Bahwa perempuan ini tidak melakukan perbuatan maksiat seperti zina atau tidak mentashrufkan harta suami dalam hal yang tidak disukai oleh suami atau dalam hal yang tidak dihalalkan baginya, dan semua itu adalah hal-hal yang tidak disukai oleh suami”.

Dalam hadits ini anjuran untuk menikahi seoarang perempuan yang faham agama, kalau tidak mengerti agama bagaimana dia tahu mana yang wajib atau haram baginya.“`

Semoga bermanfaat

𝐁𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮 𝐅𝐢𝐢𝐤𝐮𝐦..
Sumber : 𝐂𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦i // 𝐒𝐲𝐢’𝐚𝐫 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *