Manfaat
Daun Pandan Wangi
(Pandanus Amaryllifolius Roxb)

KOPATAS.NEWS || DUNIA HERBAL – Tumbuhan obat di Indonesia dikenal lebih dari 20.000 jenis. Dimana dari 1000 jenis tanaman yang terdata, baru sekitar 300 jenis yang sudah dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, seperti tanaman sirih, mengkudu, mahkota dewa, brotowali, sam- biloto, sirsak, salam, pandan, dan ada beberapa tanaman yang lain. Dengan beragam tumbuhan berkhasiat obat yang ada, terdapat tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat anti bakteri, salah satunya adalah daun pandan (Pandanus)

Pandan wangi di perkirakan berasal dari kepulauan di Lautan Pasifik, dengan penyebaran terbesar di Madagaskar dan Malesia.
Daun pandan wangi mengandung zat warna. Komponen penyusun aroma pada pandan wangi berwarna kuning sebagai hasil oksidasi pigmen karotenoid. Khasiat pandan wangi terutama pada daunnya.
Daun pandan tumbuh di daerah tropis dan dapat dijumpai ditanam di halaman atau di kebun. Daun pandan merupakan salah satu tanaman yang cukup penting dalam tradisi boga Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, yang berfungsi sebagai pewangi makanan karena aroma wangi yang dihasilkannya, dan daun pandan juga memiliki khasiat bagi kesehatan antara lain yaitu mengobati lemah saraf, rematik dan pegal linu,gelisah,rambut rontok, menghitamkan rambut, berguna sebagai pengobatan ketombe, tekanan darah tinggi, dan dipergunakan untuk kondisi tidak nafsu makan (Haryanto, Sugeng. 2012).

Kandungan kimia daun pandan, yaitu :alkaloid, saponin, flavonoid, tanninpo-lifenol, dan zat warna. Manfaat kandungan kimia tersebut yaitu dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dari beberapa kandungan kimia yang terkandung di dalam daun pandan, hanya flavonoid dan tannin yang dapat larut dalam air dan stabil setelah dipanaskan (Santoso, Hieronymus Budi. 2008).

Aroma khas pada daun pandan wangi diduga karena adanya senyawa turunan asam amino fenil alanin yaitu 2-acetyl-1-pyrroline (Faras et al., 2014).

Berdasarkan hasil penelitian Edy Suwandi dan Sugito, 2017, diperkuat dengan hasil penelitian Murhadi, Suharyono AS, dan Susilowati dari Universitas Lampung Fakultas Pertanian yang menyatakan bahwa kandungan kimia pada daun pandan dapat memberikan hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi (bakteri penyebab sakit typhus).

Saponin pada daun pandan sebagai salah suatu glikosida alamiah yang terikat dengan steroid atau triterpana mempunyai fungsi dalam immunologi, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antijamur, hipoglikemik dan efek hypokholestrol. Saponin dapat dipakai untuk membuat minuman beralkohol, dalam industri pakaian, kosmetik,bahan pembuatan obat- obatan dan sebagai obat tradisional (Rustaman et al.,2000).
Daun pandan digunakan sebagai antidiabetik, antioksidan, analgetik (obat sakit gigi), antibakteri. Kandungan daun pandan wangi yang meliputi flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, polifenol, dan zat warna, diduga memiliki kontribusi terhadap aktivitas antibakteri (Arisandi dan Andriani, 2008).
Air hasil saringan daun pandan wangi 200 gram yang dicuci bersih lalu ditambahkan air secukupnya dan diblender mengandung beberapa kandungan metabolit (diantaranya alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, fenol, dan tannin) memiliki efek larvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti dan dapat menyebabkan kematian pada larva ( Muzani Cut Ulfi et al.,2021).

    Manfaat daun pandan wangi (Dalimarta, 2008):
  1. Flavonoid :
    a) Sebagai antioksidan
    b) Melindungi struktur sel
    c) Meningkatkan efektivitas vitamin C
    d) Anti inflamasi
    e) Mencegah keropos tulang
    f) Antibiotik
    g) Antivirus
    h) Menghambat penyerapan glukosa di usus
  2. Polifenol :
    a) Antioksidan
    b) Memperkuat sistem kekebalan tubuh
    c) Meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kesehatan jantung
    d) Menghambat pertumbuhan kanker
    e) Memperlambat keropos pada tulang
  3. Tanin :
    a) Antibakteri
    b) Penawar racun
    c) Anti diare
    d) Antioksidan
    e) Menghambat pertumbuhan tumor
  4. Saponin :
    a) Antiseptik
    b) Menghambat Na+ / D-glucose cotransport system (SGLUT) di membran brush border intestinal
  5. Minyak Atsiri:
    a) Anti nyeri
    b) Anti infeksi
    c) Membunuh bakteri.
  6. Alkaloid : meminimalisir racun-racun di dalam tubuh.

Cara mengolah daun pandan, rebus air hingga mendidih baru masukan daun pandannya. Ingatlah untuk mengikat daun pandan berbentuk simpul sebelum direbus, agar aroma dan sari-sarinya keluar. Rebus daun pandan sekitar 5 hingga 10 menit, agar matang merata. Lalu saring dan dinginkan sekitar 10 menit (Menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry,2022, memasak sayuran terutama merebus dengan waktu yang lama dapat menghancurkan sebagian kandungan vitamin yang terdapat dalam sayuran Apalagi, jika sayuran tersebut mengandung vitamin larut air, seperti vitamin B, vitamin C, dan asam folat. Juga menyebabkan kandungan beta-karoten pada sayuran terbuang lebih banyak, dan menghilangkan manfaatnya bagi tubuh).
Efek samping daun pandan, adalah memiliki efek pencahar ringan yang dapat menyebabkan diare jika dikonsumsi dalam jumlah besar, jadi diperlukan jumlah yang tepat. Sedangkan perasan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dalam jumlah yang tepat (perasan daun pandan wangi sejumlah 100 gram) mempunyai sifat antibakteri yang dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk diare, khususnya penyakit disentri akibat bakteri Shigella dysentriae (Diah Ariana, 2017).
Saponin berfungsi sebagai antibakteri dan antimikroba. Hal ini didasarkan pada sifat sitotoksik dari saponin dan kemampuannya dalam mempengaruhi permeabilitas membran sitoplasma sehingga sel mikroba menjadi lisis.Pemakaian herbal yang mengandung saponin memiliki efek samping sehingga harus berhati- hati. Orang hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi herbal yang mengandung saponin. Selain itu, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan pada orang dengan gagal ginjal sebaiknya menghindari konsumsi daun pandan wangi, karena sebagian saponin dapat menyebabkan retensi air dan kalium (Sukamto NH, 2011).

@RWd

DAFTAR PUSTAKA:
Idug Tugba, et al., 2022. Investigation on the effects of cooking methods on anti-inflammatory and antioxidant activities of five mostly consumed vegetables in winter
Muzani Cut Ulfi et al., , JIFS, Volume 1, Nomor 2, Desember 2021.Efek Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Untuk Membunuh Larva Nyamuk Aedes aegypti
Suwandi Edy, et al., 2017. Efektifitas Air Rebusan Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi Dengan Metode Dillution Test
Diah Ariana, 2017.“Pengaruh Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) Terhadap Shigella dysentriae”
Faras et al., 2014. Pengembangan Potensi Ekstrak Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) Sebagai Agen Antibakteri
Soekamto NH. Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Ekstrak Dan Senyawa Darin Kleinhovia Hospita Dan Pterospermum Subpeltatum (Sterculiaceae). Makalah Simnas KBA XIX; 2011
Arisandi dan Andriani, 2008. Khasiat Berbagai Tanaman Untuk Pengobatan. Eksa Media. Jakarta
Murhadi, et al., 2007. Jurnal Kesehatan Hasil Penelitian.Jurusan Teknologi Pertanian Universitas, Lampung
Hariana,Arief, 2006. Tumbuhan Obat dan Kha siatnya seri 3,Penebar Swadaya, Jakarta
Rustaman,et al., 2000. Analisis Fitokimia Tumbuhan di Kawasan Gunung Simpng Sebagai Penelaahan Keanekaragaman Hayati. Lembaga Penelitian. Universitas Padjadjaran.
Dalimartha, Setiawan, 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 5, Cetakan 1. Puspa Swara, Jakarta

Ditulis oleh : dr. Riswahyuni Widhawati, M.Si (dokcan Riris Wd)
Anggota Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia Kemenkes RI
Praktisi dan konsultan kesehatan, herbal, kecantikan,
Dosen, Peneliti dan Penulis

56 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: