Hasil Test PCR berbeda, Ketua LSM Tamperak Purworejo Tanyakan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo

Kopatas.news|| Purworejo – Guna mengikuti Studi Lapangan Ke Bali yang ditugaskan Kampus Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 ( UNTAG ) Semarang, Muhammad Anif Febriyanto harus memiliki syarat Polymerase Chain Reaction ( PCR ).

Tanggal 21 Juli 2022, Muhammad Anif Febriyanto ( Anif ) melakukan Test PCR di Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo yang diteruskan ke Laboratorium Patologi Klinik ( RS. BETHESDA ) dengan hasil Positif.

Kurang lebih 1 x 24 jam Anif melakukan Test di Rumah Sakit JIH, Jalan Ring Road Utara No. 160 Condong Catur, Depok, Sleman, DIY dan hasilnya Negatif.

Dari hasil lab Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo, Puskesmas Kutoarjo melakukan tindakan secara memaksa Anif dan kepada keluarga Anif untuk isolasi mandiri, melakukan Test Antigen, keluarga dilarang untuk keluar rumah, ibadah di Musholla, sekolah dan menerima pesanan Catering.

Akan tetapi setelah ada pemberitahuan hasil PCR Rumah Sakit JIH Negatif, akhirnya Anif, Ema Nur Asiyah Kakak Kandung Anif bersama kuasa hukumnya Sumakmun dari LSM Tamperak Purworejo mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo ( DKKP ), Ketua LSM Tamperak Sumakmun meminta klarifikasi kepada DKKP. Jum’at, 5 Agustus 2022.

Ditemui Ekaningtyas D. Sekretaris Dinas dan Dr. Budi Susanti Yankes Kesmas menjelaskan,”kasus seperti ini sering terjadi akan tetapi baru ini ada laporan dari masyarakat”.

Dr. Budi Susanti Yankes Kesmas menyampaikan akan konfirmasi dengan Puskesmas Kutoarjo dan RS. Panti Waluyo Purworejo atas kejadian ini.

Sumakmun berharap,”kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi kepada masyarakat khususnya Purworejo, menghimbau Dinas terkait dan Rumah Sakit, jangan membingungkan masyarakat dan merasa aneh dengan hasil Laboratorium yang tentunya rujukan dari pemerintah dengan Standar Operasional Prosedur ( SOP ) yang jelas tentunya akan tetapi hasil bisa berbeda seperti itu,” pungkas Makmun.

Ketika media mengkonfirmasi ke Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo yang ditemui Rusmania Humas Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo tentang hasil Laboratorium BETHESDA dan ingin minta bertemu dokter yang menangani kejadian ini, Dr. Ledy Andani Dr Umum belum berkenan dan akan berkordinasi dengan pihak keluarga Senin mendatang.

( Wawan Sorya Pancoro )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: