Asrama Mahasiswa Nusantara diBuka Untuk Semua Suku,Ras&Agama Kata Gubernur Jawa Timur

Kopatas news II Surabaya– Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah Kepala OPD Pemprov Jatim meninjau Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), Jalan Jemur Andayani No.1 Surabaya, Kamis (21/7/2022).

Gedung baru yang selesai sejak Mei 2022 dan saat ini masuk masa pemeliharaan ini tampak siap untuk segera dimanfaatkan para mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia yang sedang berkuliah di Jatim.

Kesiapan itu ditegaskan Khofifah saat kunjungan yang didampingi Agen Madya BINDA Provinsi Jatim Hendro Sunarno, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR Reva Sastrodiningrat dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Jatim. Setibanya di halaman AMN, Khofifah langsung menanam pohon Maja (Majapahit) di halaman depan AMN Surabaya.

Untuk diketahui, AMN Surabaya dibangun di atas lahan seluas 9.975 meter persegi dengan nilai kontrak sebesar Rp 95 miliar lebih dari dana APBN. AMN Surabaya terdiri dari dua tower, masing-masing lima lantai untuk asrama mahasiswa putra dan putri.

AMN Surabaya memiliki 188 kamar dengan kapasitas 528 orang mahasiswa. Di dalamnya, dilengkapi sejumlah fasilitas seperti perpustakaan, taman, lapangan basket, ruang serbaguna dan ruang kewirausahaan.

Di sela kunjungannya, Khofifah menjelaskan, AMN pertama di Indonesia ini adalah miniatur bagi penggodokan calon pemimpin yang berwawasan nusantara berkarakter Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, AMN ini akan menjadi wadah yang dapat mencerminkan indahnya Kebhinnekaan di antara beragam perbedaan dari setiap mahasiswa yang akan menempati AMN Surabaya

Jadi, ini diharapkan menjadi miniatur penggodokan calon pemimpin yang berwawasan nusantara berkarakter Bhinneka Tunggal Ika. Mereka bisa saling memberikan apresiasi dari perbedaan dan keberagaman dari masing-masing suku adat bahasa dan agama dari masing-masing mahasiswa yang menempati asrama mahasiswa nusantara,” katanya.

“Bagaimana kita bisa menyiapkan format pemimpin berwawasan nusantara, berkarakter Bhinneka Tunggal Ika secara substantif lahir batin, kira-kira itu napas dari Asrama Mahasiswa Nusantara,” imbuhnya.

Khofifah menjelaskan, AMN ini dibangun untuk semua mahasiswa tanpa membedakan ras, agama, suku, bahasa, ataupun daerah asal. Semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menempati AMN ini.

“Jadi, mahasiswa dari berbagai provinsi yang ada di Jawa Timur terutama di Surabaya dan sekitarnya bisa mendapatkan fasilitas untuk menempati asrama mahasiswa nusantara. Tentu melalui pendaftaran dan seleksi,” jelasnya.

Kendati telah siap untuk dimanfaatkan, Khofifah memberikan sejumlah catatan agar AMN ini dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Karena itu, AMN Surabaya masih memerlukan beberapa sentuhan untuk penyempurnaan sebelum ditempati para mahasiswa. Di antaranya perbaikan akses jalan, penambahan penghijauan, kendaraan operasional dan sementara ini butuh sejumlah matras atau bed sementara untuk tempat tidur mahasiswa, sambil menunggu selesei lelang.

“Memang untuk seluruh kesiapan, kita saling lakukan sinkronisasi dan sinergi bersama dengan tim PUPR serta BINDA Jatim. Misalnya untuk pengaspalan jalan ke AMN, kemudian ada upaya kita bersama untuk memberikan tampilan yang lebih estetik dari area masuk ke AMN ini,” jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menuturkan bahwa ada semangat kebhinnekaan yang ingin terus dibangun dan dikokohkan berseiring dengan pembangunan AMN. Salah satunya dengan menanam pohon Maja yang telah dilakukan sebelum memulai peninjauan di AMN Surabaya.

“Dari Bumi Majapahit kita ingin kembali menyampaikan pesan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (Bertahan karena Benar, atau Tidak Ada Kebenaran yang Bermuka Dua),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR, Reva Sastrodiningrat menyampaikan terimakasih atas dukungan Gubernur Khofifah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya pembangunan AMN ini. Ia mengatakan sesungguhnya di Jatim ini akan dibangun dua AMN, di Surabaya dan di Malang yang akan dimulai tahan lelangnya pada awal tahun depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur, kemarin tanggal 31 Mei kami sudah rampung dan sekarang masuk ke masa pemeliharaan. Semoga dapat segera diserahterimakan sementara oleh pihak pengelola, sehingga bangunan ini akan terawat dan tentunya akan termanfaatkan dengan baik,” Kata Reva.

AMN Surabaya, lanjut Reva, nantinya akan dikelola oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ketika telah diserahterimakan. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah didampingi PPK Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Esty Wahyuningtyas meninjau AMN dimulai dari Lobby AMN, Ruang Kewirausahaan, Lapangan Basket, Kamar Mentor, Kamar Disabilitas, dan Kamar Asrama Putri, dan Perpustakaan.

Nampak hadir pada peninjauan AMN ini Agen Madya BINDA Jatim Hendro Sunarno, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR M. Reva Sastrodiningrat, Kadis Pendidikan Prov. Jatim, Ka. Bakesbangpol Prov. Jatim, Kadis PRKPCK Prov. Jatim, Kadis PU Bina Marga Prov. Jatim, Ka. BPSDM Prov. Jatim, Karo Kesra, Kadis PU SDA Prov. Jatim dan Karo Umum Setda Provinsi Jatim

Editor & publisher: Mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: