Pemilik Bangunan Tanpa IMB, Diduga Setor Upeti Terhadap Petugas Citata Kecamatan Ciracas

KOPATAS.NEWS || JAKARTA – Tugas kandas,  menjamur bangunan berdiri tanpa surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Terlihat ada dua bangunan dua lapis di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan RT 007/004 Kecamatan Ciracas Jakarta Timur,  diduga berdiri kokoh tanpa mengantongi IMB.

Terlihat ke dua bangunan tersebut masih dalam pengerjaan di bagian lantai dua. “Ironis bangunan dua lapis tersebut dapat berdiri mulus tanpa tersentuh oleh pegawai Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) dan Satpol PP Kecamatan Ciracas?

Menurut sumber yang minta namanya tidak disebutkan menuturkan bahwa bangunan tersebut sudah beberapa bulan ini dikerjakan, dan tetap tegak berdiri. Tanpa ada teguran dan penghentian pembangunan dari pihak terkait meskipun tanpa memiliki IMB. “Sehingga kuat dugaan, bangunan bisa berdiri mulus dalam pengerjaannya telah berkordinasi cantik dengan petugas yang berkompeten dalam hal ini,” ucap sumber.

Maka amanlah bangunan berdiri tanpa memiliki IMB terlebih dahulu, padahal wajib  dalam aturan yang dibuat  pemerintah yang berlaku telah mengharuskan sebelum mendirikan bangunan sudah mengatongi ijin terlebih dahulu. “Jika hal itu diabaikan oleh pemilik bangunan sudah seharusnya di hentikan pengerjaan bangunan tersebut. Dengan menerbitkan surat penghentian kegiatan kerja di bangunan tersebut dalam bentuk memberikan plank penyegelan berwarna merah,” beber sumber.

Diminta petugas Citata dan Satpol PP Kec. Ciracas agar segera bergerak untuk menghentikan kegiatan tersebut, agar tidak memberikan persepsi buruk terhadap kinerja aparatur negara,” ujar sumber.

Ketika salah satu pemilik bangunan rumah dua lantai di Jalan Kelapa Dua Wetan tersebut Jimmy Junianto dimintai tanggapan seputar kegiatan pengerjaan pembangunan rumah dua lapis miliknya kenapa belum memiliki IMB, Rabu (13/7) siang. Dia mengatakan bahwa surat kepemilikan tanah masih dalam proses menjadi sertifikat. Maka IMB belum bisa diproses. Namun ketika ditanya kenapa belum mengantongi IMB, sudah mendirikan bangunan? oknum pengurus Persatuan Perusahaan Grapika Indonesia (PPGI) langsung enggan berkomentar.

Pemerhati Bidang Sosial Julius Antoni, SH., turut berkomentar dalam hal ini, “tidak ada alasan petugas berwenang untuk tidak menertibkan kegiatan pembangunan yang berdiri tanpa memiliki IMB terlebih dahulu”. Jika tetap tidak mematuhi, dan mengabaikannya. Maka petugas Citata agar segera menerbitkan Surat Perintah Bongkar (SPB) terhadap bangunan yang melanggar tersebut. Justru pakai lah proses yang benar, jangan membenar – benarkan proses yang salah,” tandasnya.

(Red.pksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: