Vaksin Merah Putih Butuh Pembahasan Lebih Matang Untuk Anak Anak Atau Remaja

KOPATAS.NEWS II SURABAYA – Vaksin Merah Putih didorong menjadi booster dan bisa diberikan untuk anak-anak. Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Merah Putih Unair, Dr dr Dominicus Husada DTM&H MCTM (TP) SpA(K) mengatakan, jika uji klinis fase 3 sudah cukup memadai, maka vaksin booster bisa segera dimulai.
“Kalau fase 3 hasilnya baik, maka bisa segera dimulai,” kata dr Dominicus, Selasa (28/6/2022).

Namun jika Vaksin Merah Putih digunakan untuk anak-anak atau usia remaja, tambah dia, butuh pembahasan lebih matang.

“Untuk usia kita akan turunkan masuk di usia remaja dan anak. Untuk usia anak kita belum tentukan sekarang, karena ada banyak metode untuk memulainya. Nanti kita akan putuskan ketika diskusi sudah lebih matang,” tambahnya

Sementara Kepala BPOM RI Penny K Lukito hingga kini terus mendorong Unair menjadikan vaksin Merah Putih sebagai booster. Sekaligus bisa dijadikan vaksin untuk anak.

“Setelah uji klinis fase 3 ini sudah menunjukkan hasil, sesegera mungkin bisa secara pararel dilakukan uji klinis untuk anak-anak. Karena ini teknologi dengan platform yang aman. Sehingga bisa sesegera mungkin kita lakukan uji klinis untuk anak-anak dengan Vaksin Merah Putih,” jelasnya.

Kini, pihaknya menunggu hasil uji klinis fase 3 selesai. Sebab, untuk menjadi booster dan vaksin anak harus memiliki mekanisme yang berbeda.

“Kalau terlihat aman, nanti akan ada pembicaraan untuk segera kita lakukan uji klinis untuk booster dan uji klinis vaksin anak. Itu tentu berbeda, izin berbeda, tim berbeda, dan evaluasinya juga berbeda. Itu akan dilakukan dengan hati-hati dan bertahap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: