Harga Rajungan di Lamongan Semakin Hari Menurun Sampai Rp 25 Ribu perkilo

Kopatas news II Lamongan – Harga rajungan hasil tangkapan nelayan Lamongan terus anjlok. Saat ini, harga Rajungan turun menjadi Rp 25 ribu/kg. Hal ini diperparah dengan pengusaha atau mini plan rajungan yang menghentikan sementara pembelian meat atau daging rajungan.
Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan Muchlisin Amar mengungkap jika kondisi nelayan rajungan di Lamongan saat ini sangat memprihatinkan. Muchlisin mengaku harga rajungan yang sempat berjaya kini hanya di kisaran Rp 25 ribu/kg.

“Situasi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, nelayan tangkapan rajungan di Pantura Lamongan banyak yang kelimpungan akibat hancurnya harga rajungan,” kata Muchlisin kepada wartawan, Rabu(22/6/2022).

Sebenarnya, rajungan hasil tangkapan nelayan saat ini dalam kondisi bagus. Namun, banyak pengusaha atau mini plan lokal yang biasanya membeli rajungan hasil tangkapan nelayan, tutup untuk sementara waktu. Penutupan ini imbas dari dihentikannya pembelian rajungan oleh pabrik yang tidak bisa ekspor.

“Para pengusaha sekarang ini menghentikan pembelian rajungan dari nelayan karena pabrik tidak bisa ekspor. Kondisi rumit ini belum bisa diprediksi kapan akan segera berakhir,” ujar Muchlisin.

Muchlisin mengaku pihaknya juga sudah mengontak pengusaha rajungan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rajungan Indonesia (APRI), eksportir dan salah satu PT yaitu PT Aruna. Dari mereka, diperoleh informasi jika kondisi semacam ini belum bisa diprediksi kapan akan normal kembali.

“Intinya belum bisa memprediksi kapan kondisi ini bisa normal kembali, sementara nelayan sangat terdampak dan tidak bisa menjual tangkapannya sehingga berakibat nelayan susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” papar Muchlisin.

Di kesempatan ini, Muchlisin berharap pemerintah maupun DPR segera memberikan solusi yang cepat dan tepat.

Sementara itu, salah seorang pengusaha rajungan di Kecamatan Paciran, Diki Utomo membenarkan jika banyak pabrik yang menghentikan pembelian daging rajungan karena stok daging rajungan di pabrik masih melimpah.

Berdasarkan sosialisasi dari startup digital yang bergerak di bidang ekonomi kelautan dan perikanan yaitu PT Aruna Jaya Nuswantara, ungkap Diki, mereka mengimbau pengusaha atau mini plan rajungan di area Paciran Lamongan dan Madura untuk menghentikan sementara pembelian meat (daging rajungan).

“Penghentian pembelian yang dilakukan pabrik di area Paciran dan Madura ini diperpanjang hingga hari Jumat tanggal 24 Juni 2022 mendatang,” jelasnya.

Diki mengaku tidak bisa berbuat banyak di tengah kondisi ini. Pihaknya, imbuh Diki, terpaksa harus menutup usahanya untuk sementara waktu.

“Kami berharap kondisi pabrik bisa segera normal kembali, agar para nelayan dan mini plan juga bisa kembali bergeliat,” pungkasnya.

Editor dan publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: