Pesan Gubernur khofifah Kesetaraan Pria&Wanita

Kopatas news Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu keynote speaker dalam Webinar Seri 22 ASN Belajar yang diadakan BPSDM Jatim. Dalam kesempatan itu ia sampaikan pesan tentang kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan.
Dalam kegiatan bertema ‘Peran Kepemimpinan Perempuan Mendukung Percepatan SDGs Indonesia’ Khofifah menjelaskan pentingnya kesetaraan perlakuan, kesetaraan penghargaan dan kesetaraan peluang antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, pada diri perempuan terdapat keunggulan kompetitif dan komparatif yang kadang tidak terekspresikan lebih maksimal baik di ruang privat maupun publik bila tidak diimbangi dengan kesetaraan peluang dan perlakuan.

“Kadang di rumah pun perempuan tidak berani menyampaikan apa yang sebaiknya dia maksimalkan dari potensinya. Maka hari ini perempuan harus lebih banyak bersuara dan menjadi bagian dalam mengambil keputusan,” ujar Khofifah, Kamis (9/6/2022)

Khofifah juga membeberkan bahwa di dalam agama Islam diberi kesetaraan bagi perempuan dan laki-laki. Ketika perempuan mengajukan sesuatu maka dia harus berani bersuara.

“Dalam posisi ini, Rasulullah juga mengajarkan terkait penghormatan kepada perempuan. Ketika ditanya, siapa yang harus dihormati? Rasulullah menjawab ibumu hingga tiga kali baru kemudian bapakmu,” jelasnya.

Ketum PP Muslimat ini juga menyampaikan, dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDG’s, Indonesia sesungguhnya telah mencanangkan goal ke-18. Tujuan ke-18 tersebut ialah SDG’s Desa yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa untuk memberi penguatan dari 17 goals yang sudah ada.

“Presiden Jokowi telah memberi arahan terkait dana desa yang cukup signifikan. Ini bisa menjadi pintu masuk yang penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah terus mendorong terwujudnya desa devisa yang didukung masyarakat dan kearifan lokal setempat serta mendapat kan perlindungan pekerja UMKM serta usaha mikro.

“Saat ini industri Kecil Menengah rata-rata pelakunya adalah perempuan. Maka jika kita mengusung narasi bagaimana perempuan lebih produktif, di desa-desa akan ditemukan sangat banyak perempuan yang sudah menunjukkan kontribusi luar biasanya,” tambahnya.

Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai menyatakan, peminat program ASN Belajar itu terus mengalami peningkatan. Tidak hanya ASN asal Jatim melainkan juga dari berbagai wilayah di Indonesia. Puncaknya, webinar ASN Belajar seri 22 kali ini diikuti oleh 7.780 partisipan.

“Jumlah peserta tersebut paling tinggi sepanjang kelas virtual ASN Belajar ini dilaksanakan oleh BPSDM Jatim. Tingginya animo peserta ini tak lepas dari kehadiran Ibu Gubernur Khofifah bersama narasumber lainnya,” kata Aries.

Aries mengaku topik dan narasumber pada seri ke-22 ini sukses menarik animo peserta yang sangat signifikan. Buktinya pada seri ke-22 ini diikuti peserta terbanyak selama BPSDM Jatim menggelar program ASN Belajar tahun ini.

“Sebelumnya yang paling banyak ialah seri pertama dengan 5.500 peserta. Kali ini peserta yang berpartisipasi mencapai 7.780 ASN,” jelasnya.

Aries mengatakan, webinar ini telah diterima dengan baik oleh peserta. Sebab, melalui webinar ini peserta tidak hanya mendapatkan informasi dan edukasi, melainkan juga dapat menyentuh dan memotivasi seluruh wanita di Indonesia untuk mendapatkan haknya yang setara.

“Seluruh wanita mampu menjadi pemimpin di manapun dan kapanpun. Dimulai dari kebebasan dalam memimpin diri sendiri,” tutur Aries.

Selain Gubernur Khofifah turut hadir pula sebagai narasumber Deputi Menteri PPPA Bidang Kesetaraan Gender Lenny N Rosalin dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia sekaligus Ketua Umum Koperasi Wanita Setia Budi Dr Sri Untari Bisowarno.

Editor dan publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: