Memperingati Hari Bumi Sekolah Air hujan Menggandeng Pondok Pesantren Tahfidz Al-quran Dalam Mitigasi Air

kopatas news II bali Bedugul, 05 Juni 2022

Air, salah satu unsur utama bumi. Menjadi sebuah kebutuhan mutlak manusia. Dari tubuh sampai inspirasi; Tubuh terbangun dari sebagian besar air. Tubuh sangat memerlukan air. Coba bayangkan jika kita tidak minum lebih dari satu hari. Dehidrasi menjadi resiko terberat yang harus ditanggung; Imajinasi terkeren juga memerlukan air. Sudah berapa ratus atau ribu karya seni yang terinspirasi oleh air.

Bencana terdahsyat melibatkan air. Lihat bagaimana banjir dan tsunami meluluh lantakkan dunia. Menghapus ratusan ribu nama. Menghilangkan jutaan nyawa. Jangan lupa juga, bagaimana air menjadi sebuah intisari dari budaya dan kearifan lokal yang ada.

Saat ini masih terlihat melimpah air di beberapa tempat, tapi dibeberapa tempat sudah terjadi kesulitan air, belum lagi di musim kemarau. Apalagi kalau kita kaitan dengan kualitas air yang ada di sekitar kita. Dalam kesempatan bersilaturahmi di kediaman Ustad Syarif juga Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran Darul Ukhuwah yang terletak di desa candi kuning bedugul, Bali. Beliau memberikan penjelasan terkait air tanah yang ada di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Menurut versi hasil riset beliau ada beberapa madzab diantaranya : mineral, demineral hexsagonal, alkali dan lain-lain nya.
Beliau saat ini berkonsentrasi meriset air hujan karena berpedoman pada ayat-ayat suci Al Quran. Yang menarik bagi beliau bahwa air hujan mampu mempunyai Total Dissolved Solid (TDS) atau zat padatan yang terlarut di dalam air yang mempunyai ukuran lebih kecil.

Air memang hajat yang penting. Tanpa air, tak akan ada kehidupan. Tanpa kehidupan, tak akan ada manusia yang melahirkan kebudayaan. Air menyiratkan pentingya sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di bumi ini. Air secara alami nemiliki wujud dan sifat yang bersih dan jernih. Kedua sifat tersebut melambangkan kebeningan hati dan kejujuran yang berkeadilan.

Sumber mata air itu mengalir tiada henti, bahkan bergabung menjadi satu dengan anak-anak sungai. maksudnya hal tersebut melambangkan persatuan yang kuat. Ketika kita hidup berbangsa dan bernegara, hendaknya harus saling bekerja sama, bersatu, daya dinayan, mad sinamadan dan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama.

Di lereng perbukitan, aliran air tidaklah selalu tetap (berubah-ubah). Hal tersebut mengajarkan kita bahwa sebagai manusia hidupnay dinamis, harus kreatif dan inovatif, luwes, mudah beradaptasi serta tidak mudah putus asa.

Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah seperti gaya seseorang dalam sebuah kepemimpinan untuk selalu bertanggung jawab terhadap bawahannya.
Air mengajarkan kita tentang etika sopan santun seperti hidup yang terus mengalir. Ketika hidup manusia diusik maka demi mengedepankan kebenaran hendaknya bisa seperti air bah. Aliran air menampung banyak kotoran, namun dengan prosesnya yang alami kotoran tersebut dapat menjadi netral kembali. Aliran air mengajarkan kita untuk bisa menahan diri walaupun terasa pahit yang dirasakan, tenang dalam segala situasi dan tetap tegas serta objektif memberikan penilaian.

Air mengajarkan kita tentang kegigihan, seperti tetesan air pada kerasnya batu karang yang semakin lama akan bisa melubangi batu karang tersebut. Air mengajarkan agar tidak mudah menyerah, selalu gigih dalam menggapai apa yang diinginkan dan tetap selalu istiqomah dengan keimanan ketaqwaan kita.

@SAH_banyubening

Editor &publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: