Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Tangkap Musisi Andrie Bayuadjie (AB) Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Kopatas.news | Jakarta – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap musisi Andrie Bayuadjie alias AB (48 tahun) terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Gitaris grup band Kahitna itu diamankan beserta barang bukti 45 valdimex diazepam atau psikotropika golongan empat.

AB ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/6/2022) siang

“Hasil pengembangan dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka AB kemudian disita barbuk berupa 45 valdimex diazepam,” ungkap Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar, Jumat (3/6/2022).

Kombes Zulpan menuturkan, hasil tes urine terhadap AB positif mengandung benzodiazepine. Adapun alasan AB mengonsumsi obat tersebut untuk menangkan diri.

“Jadi yang bersangkutan menggunakan barang tersebut agar menenangkan diri,” ujarnya.

Kombes Zulpan mengungkapkan, AB sudah lama mengkonsumsi obat-obatan yang tergolong psikotropika. Setidaknya sudah belasan kali Andrie membeli obat-obatan terlarang.

“Pengakuan tersangka, Valdimex ini sudah digunakan sejak 2020 sampai 2022, sebanyak 12 kali (pembelian),” kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan mengungkap Andrie membeli psikotropika itu sejak Agustus 2020 hingga Mei 2022. Berdasarkan data yang dibeberkan Kombes Zulpan, Andrie hampir setiap bulan membeli psikotropika tersebut. Polisi terus mengusut kasus ini, termasuk menyelidiki penjual psikotropika kepada Andrie.

“Kasus ini tidak terputus kepada tersangka ini, kita akan kembangkan lagi tapi tidak bisa akibat sampaikan sekarang karena tim masih bekerja,” katanya.

Kepada polisi, AB mengaku mengkonsumsi Valdimex untuk menenangkan diri dan mempermudah tidur. AB ditangkap karena membeli obat tersebut tanpa resep dokter.

“Saat melakukan pengobatan dan sepanjang tahun 2020 sampai dengan 2022 yang bersangkutan juga membeli Valdimex Diazepam secara online,” ucapnya.

“Semestinya obat ini hanya bisa didapat dengan resep dokter tetapi yang bersangkutan mendapatkannya tanpa resep dokter,” tambahnya.

Atas perbuatannya, AB disangkakan Pasal 62 jo Pasal 37 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: