Wakil presiden Memberikan bantuan untuk Keluarga Pekerja

Bantuan lainnya adalah program dari BPJS Ketenagakerjaan, antara lain, penyerahan total manfaat pembayaran beasiswa dari periode bulan Mei 2021 hingga Mei 2022 senilai Rp 31,4 miliar kepada 10.514 anak.

Kemudian penyerahan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan. Juga penyerahan pembayaran klaim senilai Rp 6 triliun. Sedangkan Baznas, memberikan bantuan program Baznas Santripreneur, berupa biaya pelatihan, pendampingan dan juga modal usaha.

Salah satu penerima bantuan atensi rehabilitasi sosial adalah Subandi, 65, warga Jambangan Surabaya. Ia mendapatkan paket modal usaha warung kopi, mulai dari gula, mi instan, serta barang dagangan lainnya.

Subandi bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan modal usaha, di tengah kondisinya yang dalam keadaan tunadaksa kaki. “Terima kasih, saya memang perlu bantuan modal usaha,” katanya.

Saat mengunjungi lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Wapres Ma’ruf Amin mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto.

“Huntap 1.951 unit seluruhnya sudah 100 persen terbangun. Unitnya sudah selesai. Penempatan lahan telah mendapat rekomendasi dari Badan Geologi, BNPB dan BMKG, menjadi smart village. Menggunakan teknologi riset rumah tahan gempa,” ungkapnya.

Ke depan, ia menyampaikan bahwa setelah infrastruktur fisik bangunan selesai, akan dilanjutkan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Sekarang fokus menjadikan infrastrukturnya. Berikutnya kami fokus konsep pemberdayaan ekonominya,” jelas Iwan.

Sementara itu, Wapres KH Ma’ruf Amin meminta masyarakat setempat agar tidak menjual huntap tersebut. “Saya minta jangan dijual, karena tidak mustahil begitu lihat suasana enak, bersih, menarik,” tegasnya.

Wapres menuturkan, masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru sudah merasa betah tinggal dengan fasilitas dan lingkungan di huntap tersebut. “Mereka mengatakan betah, bahkan tadinya ada yang ingin sekampung satu rombongan, tapi kemudian mereka mengatakan tidak mau dipindah-pindah lagi,” ujarnya.

Terkait pembangunan huntara yang memang belum selesai, Wapres telah menginstruksikan agar pembangunan huntara dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Sehingga, masyarakat yang tertampung dapat lebih banyak lagi.

“Dalam waktu paling lambat tiga bulan itu semua sudah selesai, dan seluruh masyarakat bisa masuk ke sini. Termasuk seluruh fasilitasnya sudah terpenuhi, seperti listrik dan air. Huntara tadinya memang diserahkan kepada bantuan dari banyak pihak, tapi ternyata belum terpenuhi. Oleh karena itu, akan diselesaikan dalam waktu yang singkat oleh BNPB dan oleh pemerintah daerah,” terangnya.

editor &publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: