M.Nurdin Laporkan Lusiana Sano Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Atas Penetapan SPPT Lokasi Pengambilan Sirtu CV.Kapuas Mahakam

kopatas.news

Kapuas Hulu, Kalbar – Lokasi galian material Pasir Batu ( Sirtu ) yang dilakukan oleh CV.Kapuas Mahakam yang berada di jalan Paulus Dusun Panggilingan Desa Sibau Hilir Kecamatan Putusibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat diduga bermasalah.

Hal ini berdasarkan surat pernyataan penguasaan tanah (SPPT) dan surat Keterangan Tanah (SKT) dari Lusiana Sano di Dusun Panggilingan Desa Sibau hilir Kecamatan Putusibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana lokasi galian Sirtu tersebut menuai kecaman salah satu warga M.Nurdin. Pasalnya dirinya merasa tidak pernah bertanda tangan untuk menguatkan surat pernyataan atas kepemilikan tanah Lusiana sano sebagai saksi pertama atas batas tanah dilokasi dalam SPPT tersebut.

M.Nurdin, saat dikonfirmasi awak media kopatas.news mengatakan bahwa lokasi jalan masuk mengambil matrial Sirtu kesungai melewati tanah saya, dimana sebelumnya saya sudah melarang dan sudah saya beri pagar karna jalan di atas lokasi tanah milik saya.

Akses jalan tersebut sudah saya pagar, namun kemudian diketahui pagar tersebut di bongkar oleh pihak mereka. Bahkan dilokasi tersebut pernah di demo oleh warga masyarakat yang merasa keberatan adanya aktivitas pengambilan Sirtu di Sungai Sibau, ujarnya kesal Kamis, ( 02/06/2022 ).

Selain itu ungkap M.Nurdin, untuk areal pengambilan Sirtu tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai mana mestinya karna SPPT 65.800m2 (6’58 ha) letak lokasinya sungai sibau dan ada pulau kecil sampai ke batas tanah saya.

Diduga Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) tidak jelas dan saya tidak pernah menanda tangani sebagai saksi di SPPT tersebut, sehingga tanda tangan saya dapat dari mana, ungkapnya penuh tanda tanya.

Hal ini Diduga ada unsur pemalsuan atas tanda tangan saya dan ini adalah bentuk pelecehan terhadap harga diri saya. Dugaan adanya pemalsuan tanda tangan tersebut telah saya laporkan ke Polres Kapuas Hulu dan saya menuntut keadilan sesuai undang – undang yang berlaku dan termasuk tuntutan ganti rugi atas kerugian saya selama ini, tegas M.Nurdin.

Kepada bapak Kapolres Kapuas Hulu AKBP France Yance Siregar S.I.K., saya sebagai warga masyarakat Kapuas Hulu memohon sebesar besarnya untuk menindak lanjuti laporan saya dan memproses seadil adilnya sesuai dengan Undang Undang yang berlaku”, pungkas M.Nurdin.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: