Banyak Keluhan Masyarakat Jalan Ceger Raya Terendam dan Rusak Parah

KOPATAS.NEWS || KOTA TANGSEL- Tingginya genangan air yang berada di jalan Ceger Raya tepat di depan Mega Persada menghambat para pengguna jalan. Hal ini menyebabkan jatuhnya beberapa korban pengendara bermotor. 

Kemacetan pun tak terhindar lantaran jalan yang tergenang setinggi 30 centimeter yang menyebabkan jalan rusak dan berlubang menjadi perhatian lebih para para pengguna jalan dengan menghindar.

Hal tersebut mengundang keluhan warga, diantaranya Ady Nurrahman, S.Kom menyampaikan bahwa kami selaku warga mengeluhkan masalah genangan dimana Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan turun langsung beberapa minggu lalu namun tetap masih tergenang.

Sepanjang jalan Ceger raya keadaan pedestarian rusak akibat galian dan PJU mati total (Ady)

Lanjutnya, kami selaku Warga Pondok Aren meminta realisasi segera dibenahi jalan yang digenangi air tersebut di Jalan Ceger depan kluster Mega Persada karena sangat mengganggu kelancaran dan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Ditambah juga beberapa warga yang telah menjadi korban jatuh dari motor akibat dari genangan air tersebut bahkan saksinya sendiri yang melihat adalah pihak keamanan Cluster Mega Persada Residence dan saya pun langsung melihat dua pengemudi motor yakni ibu-ibu malah jatuh di kumbangan air di jalanan tersebut,”ucap Ady yang juga merupakan Ketua DPC Jaringan Laskar Nusabangsa wilayah Kota Tangsel kepada kopatas.news, senin(30/05) sore.

Hal tersebut diperkuat dengan Arul selaku pihak keamanan Mega Persada Residence yang melihat Wakil Wali Kota Tangsel langsung turun sekitar dua minggu yang lalu untuk melihat langsung genangan air dijalan Ceger Raya tersebut namun tetap kembali menggenang cukup tinggi sehingga dapat merusak jalan.

Selain itu tambah Ady,”agar Pemkot Tangsel membenahi saluran drainase di sekitaran jalan tersebut yang tergenang air setinggi 30 centimeter tersebut. juga ditambah kemacetan lalu lintas di Pondok Aren dari Kelurahan Pondok Betung hingga Jurangmangu Barat dan Jurangmangu Timur akibat pekerjaan galian kabel fiber optik (FO) menjadi penyempitan badan jalan ditambah lamanya pengerjaan dari bulan Maret 2022 sampai saat berita di turunkan,”imbuhnya.

Pewarta: M.Yusup (Komet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: