Antisipasi Banjir. Warga RW 05 – 06 Pondok Pucung, Gelar Kerja Bhakti Bersama

Kopatas.news || Pondok Aren – Untuk mengantisipasi banjir akibat saluran air tidak lancar dan mencegah terjadinya Demam Berdarah Dengeu (DBD) di musim hujan warga dilingkungan RW 04 dan RW 06 kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan kerja bakti bersama.

Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh lurah Pondok Pucung Murdih, dan dikunjungi Camat didampingi Danramil 07 Pondok Aren Kapten Jatman dengan melibatkan petugas dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Tangsel.

Murdih yang disapa bang Pepeng berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengikuti kerja bakti ini. Kebersihan lingkungan bukanlah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita ramai-ramai buat gerakan kerja bhakti bersama, sambil mengingatkan warga bahwa sampah tanggung jawab bersama. Diharapkan kerja bakti warga RW 04 dan RW 06 bisa menjadi contoh bagi RW lain bahwa kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab semua,” kata Murdih

Dijelaskan ketua RW 06 Aam Choerul, lokasi kerja bakti di lingkungan Perumahan Pondok Pucung dikerjakan selama dua hari, melibatkan petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), untuk melakukan pengerukan endapan disejumlah saluran air.

“Supaya maksimal pengerukannya ada beberapa jembatan plesteran tembok rumah warga yang harus di jebol. Alhamdulillah sudah dapat ijin dari warga. Bila perlu warga sepakat lahan fasilitas umum (Fasum) dijadikan tandon air,” ujar Choerul.

Camat Pondok Aren Hendra berharap, kegiatan giat kerja bakti membersihkan lingkungan rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi. Dan membersihkannya tidak perlu lama-lama cukup hanya satu jam tetapi waktunya benar-benar efektif bekerja membersihkan lingkungan, bukan hanya seremonial bahkan berfoto selfi saja.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Kecamatan Pondok Aren untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti ini di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” kata Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan kegiatan ini mempunyai nilai positif terlebih selain membuat lingkungan bersih, juga membuat tubuh berkeringat dan sehat, sekaligus ajang silahturahmi sehingga komunikasi terjalin.

“Jangan ada lagi yang membuang sampah sembarangan baik itu di saluran air ataupun membuang sampah di aliran sungai, ciptakan budaya malu, malu jika lingkungan kita kotor, malu jika kita membuang sampah sembarangan karena jika tersumbat akan membuat banjir.” pungkasnya .

(Syarif)

Publisher/ Editor : (M.Irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: