Polres Empat Lawang Tidak Mengamankan Pelaku Pengeroyokan Dengan Sajam

Kopatas news || Empat Lawang –
Bermula saat Arif hendak memuat duren dikebun terlihat mobil Firman terparkir didepan pondoknya, Arif langsung menegur Firman untuk sedikit meminggirkan mobilnya karena jalan Arif terhalang, namun Firman bersikeras tidak mau menyingkirkan mobilnya karena Firman hendak mengunjal duren juga.

“Tolong mobilnya dipinggirin dikit karna saya mau memuat duren” ujar Arif.

“Saya mau megunjal duren juga”jawab Firman, Minggu (1/5/2022).

Setelah perbincangan tersebut Firman pulang ke rumahnya dan Arif juga pulang. Keduanya sama sama tinggal di Desa Ulak Dabok Kecamata Tebing Tinggi, Empat Lawang, Namun pada saat Arif sedang beristirahat duduk didepan rumahnya tiba-tiba datanglah Firman menantang Arif untuk duel di Gelega yang mana lokasi sungai di Desa setempat.

Kebetulan keduanya bertetangga dekat.

Dengan nada yang keras Firman menantang Arif.

Mengingat esok hari tibalah Idul Fitri maka Arif menolak tantangan Firman untuk berduel maut.

“Namun Firman tidak terima tetap menantang Arif sambil kembali ke rumahnya dan datang kembali berdua dengan kakaknya yang bernama Pian sambil membawa senjata tajam.

Ketika tiba di lokasi Rumah Arif kembali, Firman langsung menghancurkan dan mengobrak-abrik kandang burung Arif.

Berikut merobohkan motor Arif. Belum puas dengan hal itu Firman berdua dengan Pian langsung menganiaya Arif dengan menggunakan senjata tajam sampai Arif tersungkur.

pada saat Arif tersungkur Firman kembali mengayunkan senjata tajamnya kepada Arif Hingga melukai kedua tangan Arif.

Akibat serangan tersebut Arif mengalami luka di bagian lengan sebelah kanan hingga terbelah, tangan sebelah kiri, di kepala bagian sudut dahi sebelah kiri, di pipi sebelah kiri didekat bagian telinga Arif.

Beruntung masih mendapat celah untuk menyelamatkan diri arif berlari mengarah kebelakang rumahnya dengan luka bacok dan berceceran darah.

Firman pun kembali mengejar Arif, karna kehilangan jejak Firman tidak berhasil membunuh Arif sehingga Firman kembali datang kerumah Arif dan mendapati anak dan istri Arif.

Firman Langsung mengainaya Anak Arif yang berusia 2 (Dua) tahun dengan menerjang menggunakan kakinya.

Karna warga sudah berdatangan hingga anak dan istri Arif bisa terselamatkan.

Setelah kejadian yang menegangkan tersebut Arif kemudian dilarikan ke UGD RSUD Empat Lawang. Karna UGD tidak mampu sehingga dirujuk ke Lubuk Linggau dan langsung dirawat dirumah sakit.

Empat hari kemudian yakni pada tanggal 5 Mei 2022 pihak Arif melaporkan kejadian tersebut ke MAPOLRES Empat Lawang dengan nomor B-41/v/2022/SPKT.SAT RESKRIM/SPK RES EMPAT LAWANG/PPLDA SUMSEL untuk ditindak lanjuti secara hukum yang berlaku.

Namun sampai pada saat ini Terlapor masih berkeliaran di Desa Setempat seakan akan tidak ada masalah.

Dengan adanya terlapor masih bergerak bebas di Desa Setempat keluarga Arif merasa tidak nyaman dan terancam.

Arif dan keluarga berharap dengan adanya pemberitaan ini agar pihak yang berwajib dapat segera menindak Lanjuti kasus ini secara hukum yang berlaku.

Sampai pemberitaan ini ditayangkan pihak Polres Empat Lawang belum dapat dikonfirmasi.
Lanjutkan!..

(Bang.Ir /almi jemain)

Publisher/ Editor : (M.Irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: