Gerak Cepat Polsek Singojuruh dan Tim Medis Periksa Korban Meninggal Akibat Tenggelam Sungai

Kopatas news Banyuwangi: Gerak cepat Polsek Singojuruh bersama Tim Medis mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan Pemeriksaan korban meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai. Korban adalah Sudiyok (82) warga Desa Benelan Kidul, Singojuruh, Banyuwangi.

Kapolsek Singojuruh, Polresta Banyuwangi, AKP. Abdullah Syajad, SH, menjelaskan peristiwa ini terjadi Jumat, (27/5/2022) sekitar Pukul 22.00 wib, korban diketahui meninggal dunia di dalam Sungai Desa Kedung Bendo, Kecamatan Singojuruh, saat mencari barang rongsokan di pinggir aliran sungai tersebut. Hasil l keterangan keluarga menurut Kapolsek korban Pukul 14.00 Wib. Korban keluar rumah membawa karung dan sabit mencari rosokan, sekira jam 17.00 wib korban tidak kunjung pulang.

“Akhirnya keluarga mencarinya disekitar rumah dan lokasi yang biasa didatangi korban, namun korban tidak ditemukan,” Jelas Kapolsek.

IDENTITAS KORBAN :
Nama SUDIYOK, Banyuwangi, 30 Juni 1940 (82 Th), LK, Islam, Tidak Bekerja, Dsn. Cawang Rt/Rw 001/001 Ds. Benelan Kidul Kec. Singojuruh Kab. Banyuwangi

SAKSI SAKSI :

  1. Nama : SUHAIRI, Bwi. 53 Th, LK, Islam, Dsn. Cawang Rt/Rw 001/001 Ds. Benelan Kidul Kec. Singojuruh Kab. Banyuwangi (Anak Korban ke- 4)
  2. Nama : ANDRI SETIAWAN, Bwi., 21 Th, LK, Islam, Dsn. Cawang Rt/Rw 001/001 Ds. Benelan Kidul Kec. Singojuruh Kab. Banyuwangi (Cucu Korban)

WAKTU DAN TKP
Pada hari Jumat, 27 Mei 2022 sekitar jam 22.00 WIB di aliran sungai Kedong Bendo Dsn. Cawang Ds. Benelan Kidul, kec Singojuruh kab bwi.

BARANG BUKTI

  • Sebilah sabit

TINDAKAN YANG DIAMBIL:

  1. Mendatangi TKP;
  2. Mendatangi rumah duka;
  3. Mencatat keterangan saksi;
  4. Memintakan VeR;
  5. Mengamankan BB;
  6. Membuat Laporan AOBO;
  7. Melaporkan kpd pimpinan satuan atas;

KRONOLOGI KEJADIAN :
Menurut keterangan para saksi yg tinggal serumah dg korban, pada hari Jumat 27 Mei 2022 sekira jam 14.00 Wib. Korban SUDIYOK keluar rumah membawa karung dan sabit hendak mencari rosokan, sekira jam 17.00 WIB korban tidak kunjung pulang. Selanjutnya saksi 1 dan 2 mencari korban disekitar rumah dan lokasi yg biasa didatangi korban mencari barang rosokan, namun korban tdk ditemukan. Selanjutnya Saksi meminta tolong bantuan warga bersama sama mencari keberadaan korban dan sekira jam 21.30 WIB pada saat saksi bersama warga mencari di pinggir aliran sungai kedung bendo ditemukan karung, barang rosokan serta sabit milik korban, namun korban tidak ada dilokasi. Kemudian Saksi bersama warga berinisiatif bersama sama mencari korban didalam aliran sungai dg cara menyelam hingga dasar sungai karena ada kehawatiran korban yg sudah lanjut usia terpeleset atau terjatuh ke dalam sungai suwaktu mencari rosokan. Selang beberapa lama kemudian, korban ditemukan berada didalam palung atau cekungan batu padas aliran sungai dg posisi kepala berada dibawah. Sewaktu ditemukan itu kondosi korban diduga sudah meninggal dunia. Setelah itu korban bersama-sama dievakuasi langsung dibawa kerumah duka, kemudian Saksi 1 melalui perangkat desa setempat melaporka kejadian ini ke Polsek Singojuruh. Setelah itu Personil Polsek Singojuruuh bersama Petugas Medis PKM Singojuruh melakukan pemeriksaan luar atas jenazah korban dengan hasil pemeriksaan sbb:

  1. didapati ada luka berdarah pada dahi kepala kanan;
  2. didapati telinga kanan mengeluarkan darah bercampur air;
  3. tidak terdapat tanda2 penganiayaan / kekerasa pd tubuh korban; dan
  4. korban di nyatakan Meninggal Dunia.

CATATAN :

  1. Pihak medis menduga, luka yg ditemukan pd tubuh korban disebabkan karena benturan dan pendarahan pd telinga karena cidera kepala berat;
  2. Pihak keluarga tidak bersedia/tidak menghendaki di lakukan autopsi terhadal Jenazah Korban dengan membuat surat permohonan tidak dilakukan autopsi danĀ  membuat surat peryataan tidak akan menuntut siapapun atas kejadian ini karena semua ahli waris sudah menerima dg ikhlas dan tabah meninggalnya almarhum SUDIYOK merupakan takdir yg maha kuasa dan tidak ada unsur kesengaja’an/ tindak kekerasan org lain/ murni kecelakaan yg diyakini keluarga bahwa korban jatuh terjerembab lalu kepalanya terbentur bebatuan sungai kemudian korban masuk ke dalam aliran sungai;
  3. Para Ahli waris mengharapkan jenazah korban dapatnya tetap berada dirumah duka utk diadakanĀ  Tahlil & Yasin serta segera dimakamkan. Pemakaman rencananya dilaksanakan besok pd hr Kamis tgl 28 Mei 2022 sekira jam 07.00 WIB di TPU Dsn. Cawang Ds. Benelan Kidul.

Selanjutnya keluarga minta bantuan warga bersama-sama mencari keberadaan korban sekitar Pukul 21.30 wib, saat bersama warga mencari di pinggir aliran sungai Kedung Bendo ditemukan karung dan barang rosokan serta sabit milik korban, namun korban tidak ada dilokasi.

Kemudian warga berinisiatif bersama sama mencari korban didasar aliran sungai, Dengan cara menyelam hingga dasar sungai karena ada kehawatiran korban yang sudah lanjut usia terpeleset atau terjatuh ke dalam sungai saat mencari rosokan.

“Setelah beberapa, saat kemudian korban ditemukan berada didalam palung atau cekungan batu padas aliran sungai dengan posisi kepala berada dibawah dan kondosi korban diduga sudah meninggal dunia, ” Jelas Kapolsek.

Usai ditemukan korban langsung dibawa kerumah duka dan melaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Singojuruh.

“Dari hasil pemeriksaan korban oleh tim medis didapati telinga kanan mengeluarkan darah bercampur air, tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan.

editor &publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: