TNI Beserta Komponen Lainnya Berinovasi Untuk Sejahterakan Masyarakat

Kopatas.news | Bandung – Dalam Rangka HUT ke-76 Kodam III/Siliwangi menggelar Pameran Inovasi Teknologi Terapan yang dilaksanakan di sepanjang Taman Pule Kodam III/Slw, Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Jawa Barat. Teknologi terapan adalah teknologi yang fungsinya untuk menjembatani teknologi-teknologi hasil riset yang telah dibuat oleh para peneliti sehingga bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

“Pameran inovasi teknologi terapan ini diselenggarakan dalam rangka sinergitas TNI bersama komponen lainnya, dalam menyempurnakan potensi kemampuan dalam organisasi Kodam III/Slw itu sendiri,” ujar Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., dalam konferensinya seusai meninjau beberapa stand pada pameran teknologi, di halaman depan Gedung Silihwangi Kodam III/Slw, Selasa (17/5/2022).

Lanjutnya menegaskan, dari kegiatan pameran tersebut, Kodam III/Slw berbuat lebih cepat beradaptasi terhadap perkembangan lingkungan dengan pendekatan teknologi, yang menjadikan satu nilai solusi. Baik solusi kepada internal sendiri dalam hal ini TNI (Kodam III/Slw) maupun kepada masyarakat. Pasalnya, teknologi yang digelar bisa juga dilakukan oleh teknologi-teknologi lokal.

Di pameran teknologi tersebut selain dihadiri Danlaud Husein Sastranegara serta Dalanal, juga didatangi oleh Taruna yang merupakan kader-kader pemimpin di masa drpan dari Akademi Militer untuk melihat langsung, secara nyata, langkah, dan tindakan TNI dalam hal ini Kodam III/Slw terhadap potensi-potensi apa yang ada di wilayah menjadikan suatu dukungan dalam rangka tugas pokok itu sendiri.

Sedangkan peserta pameran terdiri dari beberapa komunitas, diantaranya komunitas akademisi, masyarakat, dan dari anggota jajaran Kodam III/Slw yang menemukan inovasi tersebut. Sementara pendekatan teknologi diantaranya teknologi Mesin, IT, Fisika, Biologi, dan yang kita utamakan adalah bagaimana teknologi terapan itu sendiri, dalam kepentingan masyarakat juga TNI yang akan melaksanakan tugas ke daerah-daerah perbatasan, daerah konflik, melalui pendekatan pembinaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: