Pangkas Biaya Produksi Hingga 50 Persen Lebih Beberapa Pelaku Usaha Tinggalkan Mesin Genset, Gunakan Listrik PLN

kopatas.news

Pontianak, Kalimantan Barat – Keandalan pasokan listrik merupakan modal utama dalam menunjang peningkatan produktivitas usaha.

Hal tersebut diungkap Budi Hartono (50), _Ouwner_ PT. Agro Abadi yang bergerak di bidang usaha pengolahan beras yang berlokasi di Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya.Mengawali usaha pada tahun 2000, Budi menggunakan mesin genset berkapasitas 100 kW. Namun sejak tahun 2018, Ia mulai beralih menggunakan listrik PLN dengan daya 555.000 VA.

“Dulu kita pakai genset cukup lama. Setelah menggunakan listrik PLN ternyata sangat membantu, apalagi listrik PLN jarang padam sehingga produksi beras meningkat dan biaya produksi jauh lebih efisien,” ungkap Budi bersemangat, Rabu ( 18 /05/ 2022 ).

Diakuinya, proses produksi tidak akan efektif jika daya listriknya tidak cukup, apalagi kalau masih menggunakan mesin genset. Menurutnya, menggunakan listrik PLN jauh lebih efektif dan efisien. Tidak perlu membeli BBM yang kadang langka, belum lagi harus mengeluarkan waktu, tenaga, serta biaya operasional mesin genset yang tinggi.

“Saat ini produksi beras di pabrik sudah mencapai 100 ton per hari. Kalau menggunakan genset biaya produksi bisa mencapai 100 juta lebih per bulan, namun dengan menggunakan listrik PLN, kami hanya membayar sekitar 50 juta saja,” kata Budi.

Meningkatnya produktivitas pabrik mengharuskan Budi melakukan berbagai upaya produktif, termasuk mengubah proses produksi dengan sepenuhnya menggunakan listrik dari PLN.

“Layanan yang diberikan PLN kepada kami selama ini cukup baik dan sangat memuaskan. Untuk proses pasang baru listrik dilakukan dengan mudah, cepat dan transparan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami sudah bisa menikmati listrik dari PLN,” ujar Budi.

Hal senada juga diungkap Agun (45), pemilik pabrik pengolahan kelapa yang beralamat di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara.

“Kondisi kelistrikan di Kota Pontianak saat ini sangat kondusif, sehingga seluruh proses produksi yang kami lakukan di pabrik tidak terganggu. Menggunakan listrik PLN, biaya produksi pastinya jauh lebih murah,” tutur Agun.

Dikatakannya pula, jika produktivitas terus meningkat Ia berencana akan menambah daya listrik yang saat ini telah dilayani PLN dengan daya 82.500 VA.

“Pasokan listrik andal, usaha kami pun semakin berkembang. Sukses buat PLN yang telah memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” sebut Agun.

Secara terpisah Manager PLN UP3 Pontianak, Syaiful Azhari Siregar, mengatakan bahwa untuk menunjang pertumbuhan usaha khususnya para pelaku bisnis dan industri, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan layanan yang mudah, cepat dan transparan, lewat aplikasi PLN Mobile.

“Memberikan pelayanan terbaik merupakan komitmen utama kami dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat khususnya dalam rangka mendorong pertumbuhan usaha para pelaku bisnis dan industri. Silahkan para pelaku usaha fokus pada pengembangan usahanya, biar kami yang urus listriknya,” pungkas Syaiful.

( */ Simpuang )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: