Proyek Avoer Senilai 1,2 M Kenapa Bisa Ambruk

Kopatas.news || Bojonegoro – Proyek tembok avoer di Mojokampung, Bojonegoro ambruk hingga 100 meter lebih. Lalu apa penyebab avoer yang baru dibangun itu ambruk?
“Ya ambruk sekitar 100 meter lebih, mungkin karena aliran airnya sangat deras “kata Kabid Operasional Dinas Sumber Daya Air Pemkab Bojonegoro, David, Kamis (12/5/2022).

Menurut David, pihaknya kini telah berkoordinasi dengan rekanan selaku pengawas proyek. Adapun rekanan tersebut yakni CV Graha H2S Konsultan selaku pengawas proyek Rehabilitasi Avoer Banjarjo

“Kita juga telah berkoordinasi dengan konsultan pengawas tadi. Rencana juga akan menggunakan alat berat untuk melakukan pemadatan pondasi. karena kalau pakai cangkul lama,” ujar David

Pantauan media online kopatas news, tampak sejumlah anak-anak setempat bermain di lokasi avoer yang ambruk. Tampak juga dua pekerja tengah melakukan pemadatan dengan cangkul pada pondasi tembok yang belum ambuk.

Sebelumnya, proyek tembok avoer di Mojokampung, Bojonegoro ambruk. Padahal proyek senilai Rp 1.213. 828.000 baru rampung dikerjakan oleh kontraktor.

Salah satu warga setempat, Toni mengatakan avoer yang ambruk diketahui sejak 4 hari yang lalu. Avoer yang ambruk sepanjang sekitar 100 meter.

“Ambruk sepanjang hampir 100 meter padahal proses pengerjaan baru selesai satu hari sebelum lebaran seingat saya,” kata Toni,

(Mahmudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: