Polres Melawi gelar Press Release Hasil Pengungkap Kasus Dalam Operasi Pekat Kapuas 2022

kopatas.news

Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat – Polres Melawi menggelar Press Release terkait hasil operasi Pekat Kapuas Tahun 2022 dan kesiapan Operasi Ketupat Kapuas dalam rangka pengamanan haru raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Press Release dipimpin langsung oleh Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi, S.I.P., M.M., dan didampingi Kabag Ops Polres Melawi Kompol. Aang Permana, S.I.P., M.A.P. serta Kasat Reskrim Polres Melawi AKP I Ketut Agus Pasek Sudina, S.I.K., M.H. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Satpas Polres Melawi, Jum’at ( 29/04/2022 ).

Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi, S.I.P., M.M., menyampaikan, operasi Pekat Kapuas Tahun 2022 yang di laksanakan dari tanggal 1 April 2022 sampai dengan tanggal 14 April 2022 ini Telah mengungkap 120 kasus dengan pelaku 126 Orang. Dimana dari 120 kasus, 4 kasus kita tingkatkan ke tahap penyidikan dan 116 kasus kita lakukan pembinaan.

” Terdapat 4 pengungkapan kasus yang kami lanjutkan ke proses penyidikan, yaitu 2 kasus penyalahgunaan Narkotika, 1 Kasus perjudian jenis togel dan 1 kasus prositusi online”, jelasnya.

Selain itu ungkap Asmadi, untuk Operasi Ketupat Kapuas 2022 dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri yang di laksanakan dari Tanggal 28 April 2022 sampai dengan tanggal 09 Mei 2022. Sebanyak 275 personil gabungan TNI, Polri, Sat Pol PP, Dishub, Dinkes, Damkar dan Saka Bhayangkara yang terlibat dalam Operasi Ketupat tahun ini. Selain itu menyiapkan tiga pos pengamanan Ops Ketupat.

” Operasi Ketupat Kapuas 2022 ini di laksanakan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam melaksanakan aktivitas selama hari raya Idul Fitri Serta arus mudik dan arus balik serta mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid – 19″, ujarnya.

Asmadi juga menegaskan, salah satu poin yang menjadi fokus Polres Melawi bersama dengan Pemda, TNI dan Instansi terkait dalam hari raya Idul Fitri adalah mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebiasaan masyarakat melakukan perang kembang api.

” Terkait hal itu, dengan tegas kami sampaikan kembali bahwa aktivitas perang kembang api di jembatan Melawi tidak diperbolehkan, karena dapat membahayakan nyawa serta mengganggu kelancaran arus lalulintas jembatan bagi masyarakat”, tegasnya mengakhiri.

Penulis : Lilik Hidayatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: