Kepala Desa Tapansari dan Kadus 1, 2 Berharap AY Tidak diproses Lebih Lanjut

Kopatas.news||Purworejo – Khasus yang menimpa AY ( 20 th ) tentang dugaan pencurian di rumah IR mendapatkan secercah cahaya terang. Ketika pemberitaan kemarin AY yang sampai saat ini berada di sel tahanan Polres Purworejo, beberapa media mencari informasi lebih lanjut ke Kepala Desa Tapansari Loano Kabupaten Purworejo. Rabu,. 20/04/2022.

Kepala Desa ( Kades ) Tapansari NK menyampaikan ke media, kejadian tanggal 24 Februari 2022 yang lalu itu tidak ada bukti bahwa AY mengambil uang atau barang milik IR, Namun menurut keterangan IR pernah kehilangan sejumlah uang 800ribu, sekitar seminggu sebelum AY ditangkap warga.

Karena dimintai keterangan AY akhirnya mengakui dia mengambil uang 800 ribu milik IR beberapa hari yang lalu, dengan ingin mengamankan AY karena ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan akhirnya Kades menghubungi Babinsa dan Babinkamtibmas Bripka Edi Kusworo Polsek Loano.

“Mediasi antara kedua belah pihak sebenarnya sudah sepakat dan selesai di kantor desa Tepansari, namun hanya lisan bahkan korban mendapatkan uangnya kembali yang hilang beberapa waktu lalu yaitu 800 ribu” jelas Kades Tepansari.

Kami berharap AY tidak berlanjut sampai ke pengadilan dan desa akan berusaha membina AY untuk menjadi yang lebih baik.

Pernyataan Kades ini juga mendapatkan dukungan dari Kadus 1 dan Kadus 2 yaitu AZ dan AG, bahwa permasalahan ini diharapkan berhenti sampai di tingkat desa, dan mereka juga membenarkan adanya mediasi dan saling memaafkan diketahui perangkat desa dan RT serta Babinsa dan Babinkamtibmas.

Ketika IR akan akan dikonfirmasi media, korban tidak ada dirumahnya sendiri Kaliglagah, juga di tempat kejadian perkara ( TKP ) Tapansari, Begitu juga ketika dimintai informasi via WhatsApp juga belum ada jawaban.

Sementara itu Sumakmun Ketua LSM Tamperak Purworejo saat dimintai tanggapan kuasa dari AY mengatakan, “sudah semestinya kasus kasus yang kejadiannya seperti itu cukup diselesaikan di desa saja, saya kira hal itu juga sesuai anjuran pemerintah agar masalah seperti itu cukup dengan berdamai di desa saja,” tegasnya

( Wawan SP )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: