Kasus AY Tetap Berlanjut Meskipun Sudah Ada Perdamaian

Kopatas.news||Purworejo – HN orangtua dari AY (20th) bersama beberapa orang dari Desa Tepansari, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo mendatangi Kantor DPD LSM Tamperak Purworejo Jl. Dewi Sartika 24 Purworejo dalam rangka mengadukan terkait permasalahan yang di alami anaknya, yang kini sedang mendekam disel tahanan Polres Purworejo, Senin. 18/04/0/2022.

Kejadian yang dialami AY pada hari Kamis 24 Februari 2022 lalu, sekitarpukul 19.00 WIB saat dirinya mendatangi rumah saudara IK, pada saat itu AY di tegur oleh IK yang minggu lalu tepatnya hari Kamis, 17 februari 2022 merasa kehilangan uang sebesar 800 ribu dirumahnya, dan IK menuduh AY lah yang telah mengambil uang miliknya sebesar 800 ribu itu, kemudian AY dibawa oleh IK kerumah RT, dan kemudian AY oleh ketua RT dibawa kerumah Kadus.

HN ayah AY menunjukkan surat kesepakatan bersama saat berada di kantor DPD LSM Tamperak Purworejo

Di rumah salah satu Kadus itulah AY diduga dipukuli dan dianiaya oleh beberapa warga setempat, dan kemudian, AY dibawa ke kantor Desa untuk mengakui perbuatannya mencuri uang sebesar 800 itu.

Mengetahui permasalahan tersebut pihak Desa memberitahu Polsek Loano yang intinya untuk mengamankan AY dari hal hal yang tidak di inginkan, AG juga mendatangi HN selaku orang tua AY untuk segera datang kekantor Desa untuk diajak musyawarah atas permasalahan anaknya itu.

Setelah mengetahui anaknya di kantor desa dan dituduh mengambil uang milik IK tanpa berpikir panjang HN meminta bantuan kakaknya uang 800 ribu untuk mengembalikan uang IR, dan setelah HN memberikan sejumlah uang tersebut kepada IK kemudian keduanya berdamai dengan dibuatkan Surat Perdamaian oleh pihak Desa.

Alih-alih mengganti uang itu justru HN diminta oleh seorang oknum perangkat Desa uang sebesar 2 juta rupiah untuk biaya makan dan minum pada saat mediasi di Desa, padahal HN boleh dibilang orang yang tidak punya apa-apa dengan tanggungan anak 7 orang, AY sendiri anak ke 3 dari 7 saudara.

Sebenarnya antara IK dengan HN adalah tetangga dekat, jarak rumah IK dengan HN tidaklah jauh hanya sekitar 20 meter.

Menurut keterangan HN selaku orangtua dari AY ,” kenapa IR tidak bilang kepada dirinya kalau yang mengambil uangnya itu AY, seharusnya kan bisa dibicarakan dan pasti saya tanggungjawab seandainya AY memang mengambilnya,” tuturnya.

Dan yang tidak habis mengerti, “kenapa kami sudah berdamai di desa, dan pada saat kejadian AY juga tidak terbukti mengambil apa-apa, dan dari pihak keluargapun sudah mengembalikan keinginan korban bahkan lebih, kenapa AY di katakan mencuri, padahal IR sebelumnya tidak pernah melaporkan adanya dugaan pencurian dirumahnya, kepada pihak kepolisian,” keluhnya.

Harapan HN selaku orang tua dari SY menginginkan AY, anaknya bisa terbebas dari permasalahan itu karena pada waktu masuk kerumah IK selaku korban dan AY yg di diduga sebagai pelaku pada saat itu tidak terbukti mengambil sesuatu, dan pada waktu itu juga sudah dilakukan upaya perdamaain dan kedua belah pihak juga sudah sepakat berdamai, harapnya.

Kadus klepu 1 saudara AG yang ikut mendamaikan di Polsek Loano saat di konfirmasi menjelaskan, pada waktu hari itu AY tidak terbukti mengambil sesuatu apapun dirumah IK namun saat di tanya dan diduga di introgasi dengan penuh tekanan AY kemudian mengaku kalo malam Jum’at sebelumnya pernah mengambil uang Rp 800rb rupiah, namun sekali lagi uang tersebut sudah dikembalikan dengan jumlah yang lebih, katanya.

Dan, Keesokan harinya pak Kadus bersama keluarga dan pihak korban melakukan musawarah di Polsek Loano dan kedua belah pihak sepakat damai, dan sudah dibuatkan Surat Perdamiannya oleh pihak Desa, Namun kenapa setelah ada perdamaian kok malah berlanjut ucapnya.

Sumakmun, Ketua LSM Tamperak selaku kuasa dari HN saat dimintai tanggapan atas permasalahan kliennya mengatakan,”ya ketika masing-masing pihak sudah berdamai, dan sudah saling memaafkan, dan pada saat kejadian memang tidak terbukti melakukan pencurian ya sudah di bebaskan saja to, bukannya sesuai anjuran pemerintah mengedepankan perdamaian Restorative Justice itu akan lebih baik,” ujarnya.

Kanit Reskrim Loano Aiptu Susilo

Sementara itu Kanit Reskrim Loano Aiptu Susilo saat di konfirmasi membenarkan adanya laporan warga dari Desa Tepansari, Kecamatan Loano terkait dugaan percobaan pencurian,terduga AY pada waktu itu memang kita amankan di polsek Loano, dan kita berikan waktu 10 hari kepada pihak keluarganya untuk menyelesaikan permasalahannya kepada pihak korban, yang katanya mau di selesaiakan secara kekeluargaan, karena setelah 10 hari berkas kita limpahkan ke Kejaksaan.

Pihak keluarga terduga datang membawa surat perjanjian perdamaian ke Polsek loano, namun sudah terlambat karena sudah melebihi batas waktu yang diberikan dan kini berkas sudah sampai di Kejaksaan.

“Soal Restorative Justice nanti bisa di sampaikan di kejaksaan, karena itu memang program dan kebijakan dari pemerintah,” pungkasnya.

( Wawan SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: