Jarum NTT Minta Kejagung Perhatikan Kasus Bank NTT

Jaringan Muda NTT Jabodetabek Gelar Aksi Demo di depan Kantor Kejaksaan Agung RI, Rabu (22/12/2021).

Kopatas.news | Jakarta

Mahasiswa dan Pemuda NTT yang tergabung dalam Jaringan Muda (JARUM) Nusa Tenggara Timur (NTT) Jabodetabek menyambangi Kejaksaan Agung RI untuk menggelar aksi unjuk rasa, seraya menyampaikan beberapa tuntuntan di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Rabu (22/12/2021) Siang.

Pemasalahan yang menimpa Bank Daerah kebanggan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Bank NTT merupakan drama klasik, yang sekali lagi mempertontonkan betapa buruknya tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia, khususnya NTT.

Permasalahan yang terjadi tahun 2018 lalu akhirnya terkuak ke permukaan, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia melakukan pemeriksaan atas pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2018 dan 2019 pada Bank NTT. Pada pemeriksaan tersebut ditemukan kejanggalan pada proses pembelian Medium Term Note (Surat Hutang Menengah) PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) oleh Bank NTT.

Adanya dugaan pembelian dilakukan secara asal-asalan dengan tidak memperhatikan kondisi perusahan yang saat itu sudah mengalami tunggakan triliunan rupiah di Bank Mandiri dan beberapa bank lainnya. Hal itu diperparah dengan adanya temuan pembelian surat berharga MTN tidak ada dalam rencana bisnis Bank NTT pada periode tersebut.

Menurut Laporan BPK, proses investasi tersebut tidak melalui uji tuntas untuk menilai kinerja PT SNP. Hal ini mengakibatkan Bank NTT berpotensi mengalami kerugian sebesar 50 miliar rupiah, ditambah bunga kupon sebesar 10,5 miliar rupiah karena PT. SNP yang sudah pailit.

Hal lain yang juga menjadi sorotan, adalah lambannya penanganan kasus ini oleh aparat penegak hukum. Terkesan adanya pembiaran, sehingga sampai hari ini masyarakat NTT belum mengetahui secara jelas siapa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bermodalkan Mobil Komando (Mokom) yang ditunggai oleh puluhan Jarum NTT Jabodetabek, peserta aksi melakukan orasi secara bergantian. Terdengar dalam orasinya agar pihak Kejagung menerima perwakilan dari peserta aksi untuk melakukan audience.

Dalam aksi tersebut Koordinator Jaringan Muda (Jarum) NTT Jabodetabek, Darius P. Deusritus dalam orasinya mengatakan telah terjadinya tindakan korupsi di Bank NTT yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama Bank NTT sendiri.

Adapun beberapa poin yang menjadi tuntutan pada aksi tersebut, diantaranya;

  1. Menuntut pencopotan Direktur Utama Bank NTT dari jabatannya.
  2. Mengusut tuntas dugaan korupsi pembelian MTN PT. SNP FINANCE oleh Bank NTT.
  3. Mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk segera menetapkan Direktur Utama Bank NTT sebagai tersangka.
  4. Mendesak Kejaksaan Agung RI untuk memperhatikan kinerja Kejaksaan Tinggi NTT dalam menangani kasus Bank NTT, maupun kasus hukum lainnya.

Terlihat Pula di lokasi aksi sikap saling dorong atau paksaan dari peserta aksi dengan petugas yang mengamankan pintu gerbang belakang Kejagung yang merupakan akses keluar masuknya pegawai Kejagung.

Meskipun hanya puluhan orang yang melakukan aksi dengan menggunakan suara pengeras (toa), membuat pihak Kejaksaan Agung menerima 3 orang perwakilan untuk masuk dan berdiskusi, seraya menyampaikan aspirasi dari masyarakat NTT.

Usai melakukan audiensi, Darius menjelaskan jika hasil diskusi tersebut Kejagung akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi dari rekan-rekan Jarum NTT Jabodetabek.

Jarum NTT akan terus mengawal dan menghampiri lembaga tinggi lainnya untuk menyampaikan dan memberikan masukan agar kasus Bank NTT dapat segera ditentukan oknum pelaku tindakan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara, khususnya masyarakat NTT.

Aksi yang berjalan sekitar 2 jam tersebut berjalan lancar dan damai, serta mendapatkan respon yang positif dari pihak Kejagung. Setelah dirasa aspirasinya mendapatkan tanggapan, Jarum NTT Jabodetabek membubarkan dirinya secara tertib dari depan Gedung Kejaksaan Agung dan memilih untuk menunggu hasil nyata dari pihak Kejagung RI terkait kasus Bank NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: