Hasil RAPIMNAS, LSM LIRA Dorong Pembentukan Federasi Serikat Pekerja Disabilitas Indonesia

KOPATAS.NEWS II Solo – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemuda LIRA di Kota Surakarta (Solo) telah usai digelar dan ditutup secara resmi oleh Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal pada Sabtu (27/11/2021).

“Alhamdulillah, Rapimnas LSM LIRA dan Rakornas Pemuda LIRA telah berlangsung lancar dan sukses, Hampir tidak ada kendala sedikit pun,” ujar HM. Jusuf Rizal, mengutip sambutannya pada senin (29/11/2021).

Pada kesempatan itu, Jusuf Rizal menyampaikan terimakasih kepada peserta yang hadir, terlebih ada yang dari Papua, dari Aceh, dan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ia juga menjelaskan satu agenda khusus yakni,
LSM LIRA mendorong pendirian Federasi Serikat Pekerja Disabilitas Indonesia “FSPDI” , yang nantinya akan memberikanpenghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja disabilitas baik dari sector formal maupun informal, papar Jusuf Rizal”.

“Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) HM Jusuf Rizal itu pun memberikan mandate dan tanggungjawab kepada ketua LIRA Disability Care “LDC” Abdul Majid untuk menjadi calon ketua dan sekaligus mempersiapkan pembentukan FSPDI, jelasnya”.

“Saya ingin FSPDI dapat memberikan advokasi dan sekaligus meningkatkan kompetensi para pekerja disabilitas di semua kategori ragam disabilitas seperti, disabilitas sensorik, disabilitas fisik, disabilitas intelektual dan disabilitas mental untuk meningkatkan keterampilan mereka ditengah tantangan industri 4.0, tandas Jusuf Rizal aktivis pekerja dan buruh Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport (FSPTSI) yang kini mewadahi Driver-Biker-Ojek Kamtibmas Community (DBOKC) Mitra Kepolisian itu”.

“Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa untuk mempercepat pembentukan FSPDI para kader LSM LIRA di semua daerah harus memberikan dukungan sepenuhnya untuk keadilan para pekerja disabilitas”.

Dikatakan pula bahwa LSM LIRA akan tetap bersinergi dengan pemerintah dan mendukung program pemerintah yang pro-rakyat. Namun tetap kritis dan independen jika ada program pemerintah yang dinilai lebih merugikan ke masyarakat.
Sementara itu,

ketua LIRA Disability Care “LDC” Abdul Majid,S.E. memberikan apresiasi kepada presiden LSM LIRA atas semua atensii, dukungan dan kebersamaannya untuk berjuang bersama kawan-kawan penyandang disabilitas”.
Majid yang juga peraih beasiswa AAS short course democratic resilience 2021 di Queensland University of Technology Australia itu mengatakan, bahwa FSPDI nanti adalah sebagai harapan baru bagi para pekerja disabilitas untuk memperjuangkan hak-hak mereka di sector ketenagakerjaan”.

“Kedepannya, FSPDI juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat pelatihan-pelatihan kerja, sertifikasi dan peningkatan kompetensi sebagai upaya meningkatkan nilai / kualitas para pekerja disabilitas, lanjut majid yang juga seorang jurnalis dan penulis scenario film itu”.

“Dengan sertifikasi, pastinya akan meningkatkan peluang dan kesempatan kerja yang lebih baik untuk kawan-kawan pekerja disabilitas.

Kemudian ia melanjutkan, pastinya juga otomatis akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para penyandang disabilitas yang tidak lagi berada di level pekerja kelas rendah “low worker”, harap Majid”.

“Tidak lupa, saya juga memohon doa dan dukungan kepada kawan-kawan disabilitas, kader LSM LIRA, dan masyarakat luas agar FSPDI dapat segera terbentuk sebelum Musyawarah Nasional “MUNAS” LSM LIRA tahun 2022 nanti, pungkas Majid”.

Dari hasil RAPIMNAS LSM LIRA di Solo, terdapat enam poin hasil kesepakatan, diantaranya yakni :

  1. Bahwa LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mendukung pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin dalam pembangunan di berbagai sektor untuk keadilan, transparansi pengelolaan negara serta kesejahteraan rakyat secara Profesional, Kritis, Konstruktif dan Independen.
  2. Bahwa LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) selaku mitra Kepolisian, Kejaksaan dan KPK dalam pemberantasan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) akan senantiasa ikut membantu, melaporkan, mengawal dan mengawasi terhadap setiap tindak penyalahgunaan wewenang (Abuse of Power) mulai dari pusat hingga desa guna mendorong pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  3. Bahwa LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dalam menghadapi Pemilu 2024 akan ikut ambil bagian dalam pengawasan pelaksanaan Pimilu Legislatif dan Pemilu Presiden, sebagai Satgas Pemantau Pemilu Independen.
  4. Bahwa LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menjadikan platform media sosial, media online maupun media konvensional lainnya dalam melakukan pengawasan serta mendorong program Satu Desa Satu Wartawan sebagai mata dan telinga.
  5. Bahwa LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mendorong peningkatan SDM anggota dan pemuda sebagai lokomotif pembangunan ekonomi, koperasi maupun ekonomi syariah guna terciptanya kemandirian, organisasi yang revolusioner visioner maupun, tangguh serta senantiasa mampu mengikuti perubahan di era revolusi industri.
  6. Mendorong pembentukan Federasi Serikat Pekerja Disabilitas Indonesia (FSPDI), Sadekah Bangsa, Pengembangan Ekonomi Syariah, membentuk Rumah Perisai BPJS Ketenagakerjaan maupun program lain untuk menggerakkan berbagai potensi guna memajukan kemandirian secara organisasi.

(red/Mahmudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: