Kebijakan Menyengsarakan Ratusan Sopir Domestik Menggoyang Banyuwangi

Kopatas.News || Banyuwangi – Konfederasi Supir Logistik Indonesia mengadakan Aksi turun kejalan menolak RUU kebijakan pemerintah pusat yang menerepkan normalisasi dimensi bak dan sumbu kendaraan truck. Senin, (22/11)

Andri selaku pemilik kendaraan fuso berkeberatan jika penerapan odol di terapkan karena sangat merugikan dan menyengsarakan para supir expedition yang berdimensi melebihi kapasitas.

Sopir berharap untuk data yang sudah berjalan tentang dimensi berharap bisa melakukan kir dan bisa beroperasi seperti semula, karna di kondisi pandemi saat ini para supir jarang sekali ada muatan. Jika adapun muatan lokal itupun dengan tarif yang cukup untuk membeli solar, makan dan rokok saja. “Tambah Andri”.

Andri menjelaskan bahwasanya nasibnya sama dengan para supir yang lainnya dan pemilik kendaraan harus diminta untuk memotong kendaraannya membutuhkan biaya yang lebih besar lagi untuk perubahan data kendaraan dan perubahan fisik yang dahulu juga sudah membayar, kepinginnya data fisik sesuai dengan buku kir yang sekarang yang sudah ada data kirnya. “Ujar, Andri.

“Kami memohon kebijakan ini segera dipertimbangkan dan di berikan solusi terkait RUU tersebut di karenakan supir sebagai korban sekaligus rakyat kecil apa lagi para sopir termasuk penggerak roda perekonomian bagian dari pemerintah. “Pungkas, Andri.

(Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: