Predator Anak Kembali Ditemukan, Oknum Ustadz Cabuli Tiga Santrinya

KOPATAS.NEWS || MUSI RAWAS- Untuk kesekian kalinya, kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kali ini, pelakunya adalah oknum Ustadz di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mura. Bahkan, tak tanggung-tanggung, korbannya sebanyak tiga orang yang semuanya merupakan anak dibawah umur.
Dia adalah Imam Mas (48) warga Desa Banpres Kecamatan Tuah Negri. Predator anak ini ditangkap Satreskrim Polres Mura pada Selasa (16/11) sekitar pukul 16.00 WIB di kediamannya di Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmad Hidayat mengatakan, peristiwa tersebut bermula pada September 2021 lalu sekitar pukul 11:45 WIB telah terjadi persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku Imam Masudi warga Desa Banpres terhadap korbannya HH (14) warga Desa Banpres Kecamatan Tuah Negri.

“Saat itu korban yang merupakan masih pelajar, diminta pelaku untuk mengerok dan memijatnya didalam kamar. Kemudian pelaku mengatakan kepada korban ada makhluk halus yang mengganggu, lalu muka dari korban diolesi minyak dan leher korban ditempeli keris. Kemudian pelaku melakukan pencabulan terhadap korban,” jelas Kasat.
Atas kejadian tersebut lanjut Kasat, korban menceritakan kepada keluarganya, dan merasa tidak senang, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mura untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Bahkan, saat ini korban mengalami trauma.

“Sejauh ini kami sudah menerima laporan sebanyak tiga laporan polisi dengan 3tigaorang korban persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan pelaku. Untuk memastikannya, kemudian dilakukan visum kepada korban di RSUD Muara beliti,” ungkapnya.

Berpedoman dengan laporan tersebut masih katanya, dan hasil pemeriksaan saksi-saksi, kemudian penyidik melakukan gelar perkara dan mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada dirumahnya di Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri. Kemudian Tim Landak Satreskrim mengamankan pelaku kemudian dibawa ke sat Reskrim Polres Mura,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tak hanya pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar kain sarung, satu koin kerik, satu botol minyak kayu putih dan satu bilah keris. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.01 Tahunn 2016 tentang perubahan kedua UU RI No.23 Thn 2002 tentang perlindungan anak (bang ir /sri/ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: