MTs Negeri 1 Rejang Lebong Diduga Melakukan Pungli Pengadaan Komputer

KOPATAS.NEWS. Rejang Lebong – Sungguh miris disaat ekonomi yang belum stabil di karenakan pandemi corona, banyak para wali merasakan dampaknya salah satunya AN murid kelas 8 Mts negeri 1 rejang Lebong.

kini terbebankan oleh pungutan liar yang diduga dilakukan MTs Negari 1 Rejang Lebong untuk pembelian komputer. Uuntuk kelas 7 dan 8 pungutan diambil sebesar 300 ribu persiswa, untuk kelas 9 sebesar 600 ribu persiswa.


Ada pun jumlah siswa MTs Negeri 1 Rejang Lebong sebanyak 215 siswa untuk daerah Belumai sebanyak 147. Siswa lokal jauh yg berada di daerah Desa Derati Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 68 siswa jadi total 215 siswa.

Awak media mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Rejang Lebong melalu telpon dikarenakan beliau sedang berada di kantor Kemenag Curup .

Menurut Pak Yuhmir, M.Pd.I pembelian komputer itu sangat penting mengingat di gunakan untuk ANBK program pemerintah termasuk progam sekolah mandiri karena ANBK merupakan program pemerintah kata pak Yuhmir dan harus dilaksanakan.

Bantuan dari Kemenag untuk pengadaan komputer tidak ada dan Kemenag sendiri sudah kami laporkan masalah pungutan tersebut untuk itu awak media diarahkan kepada Ketua Komite Bapak Sahrom, AMD.

Pak Sahrom yang kemudian datang ke MTs untuk menemui awak media yang menanyakan perihal pungutan tersebut dan ia membenarkan adanya pungutan untuk pembelian komputer tersebut dengan rincian kelas 7 dan 8 sebesar tiga ratus ribu dan untuk kelas 9 enam ratus ribu rupiah ujarnya.

Sudah dibelikan komputer ujar pak Sahrom sebanyak 12 unit dengan harga 2,5 juta per unit, namun awak media merasa ada yang aneh dan mencoba untuk melihat komputer yang di beli. Ternyata komputer tersebut barang bekas pakai / seken.

Sangat janggal keterangan tersebut dari jumlah siswa 215 sudah bayar 141 siswa yang tersisa 25 orang yang belum bayar. jumlah tersebut tidak sesuai dengan jumlah siswa yang sebenar nya jelas sekali ada duga an pembohong an publik (bang ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: