Diduga Proyek Siluman Saluran Air Milik Desa Merak Kecamatan Sukamulya

Kopatas News ll Kabupaten Tangerang – Sabtu 13 /11/2021 Pembangunan Proyek Saluran Air yang berada di wilayah Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Provinsi Banten diduga Proyek abal – abal atau siluman karena proyek tersebut tidak menggunakan plang papan nama proyek.

Sementara Dira selaku pekerja proyek alias mandor pada saat ditemui oleh media dan ditanyakan tentang papan nama proyek tersebut dan di jawab oleh mandor Dira” nanti kalau sudah beres baru di pasang papan nama proyeknya” kata Dira

Sementara masyarakat ( Yang tidak mau disebutkan namannya) memberitahukan kepada awak media bahwa ada proyek yang diduga proyek siluman atau proyek abal abal, kami sebagai awak media setelah mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi proyek pembangunan saluran air yang berada di Desa Merak Kacamatan Sukamulya yang notabene Proyek tersebut adalah proyek desa, kami langsung ke lokasi ketemu dengan Bapak Dira selaku pelaksana proyek ( Mandor).

Kami menanyakan kepada saudara Dira tentang pembangunan proyek tersebut ” Sesuai dengan regulasi UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Bangunan yang dianggarkan oleh pemerintahan seharusnya ada papan nama proyek dan dipasang sesuai dengan regulasi di atas.

Kalau tidak ada papan nama proyek berarti sama dengan pembangunan pribadi atau mandiri, sedangkan proyek ini adalah sumber Dananya sudah jelas-jelas dari pemerintah yang dari segi dana maupun besarannya.

Pembangunan atau luas area yang akan di bangun harus jelas dan tertera di papan pemberitahuan proyek karena pembangunan ini sudah dihitung dan di tentukan, sedangkan di proyek ini tidak ada papan pemberitahuan sehingga masyarakat tanda tanya tentang berapa nilai proyek tersebut dan berapa dana bangunan yang di berikan ke Proyek tersebut dan proyek tersebut apakah dari Desa Merak Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Provinsi Banten atau proyek tersebut di tunjuk langsung ke PT berapa besarnya yang turun dari pemerintah” pungkasnya selaku awak media

Tidak dipasangnya papan proyek pembangunan tersebut bukan saja bertentangan dengan perpres,
Tetapi juga tidak sesuai dengan semangat transparansi dan keterbukaan terkait informasi pada masyarakat.

Saat investigasi di kegiatan pembangunan Proyek dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, diduga pengawas pekerjaan pembangunan Desa tutup mata, papan proyek tersebut belum dipasang sedangkan pembangunan kurang lebih hampir mencapai 80 %.

Setelah kami investifigasi di area proyek kami datang ke Rumah Kepala Desa Merak untuk bertemu dengan Kepala Desa merak karena hari sabtu kantor Desa Merak tutup dan ternyata Kepala Desa merak tidak mau menerima kedatangan kami sebagai media.

Sementara, kalau berpedoman dengan peraturan Menteri pekerjaan umum nomor:29/PRT/M/2006,(Permen PU/29/2006) tentang pedoman persyaratan teknis bangunan gedung serta permen PU 12/2014 atau peraturan pekerjaan umum nomor 12/PRT/M/2014.Disebutkan salah satu terkait persyaratan, yang salah satunya aspek tampak bangunan, termasuk pemasangan papan nama proyek memperhatikan keamanan keselamatan dan keindahan lingkungan, selain itu agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besar anggaran dan juga volume.

Sedangkan, dalam peraturan presiden ( Perpres ) nomor 54 tahun 2010 dan perpres nomor 70 tahun 2012 tertuang terkait kewajiban memasang papan nama proyek.**

(Cang Ato/Team )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: