Edukasi Bencana Lebih Dini BPBD Jawa Timur Gelar Expedisi Mosipena di Lingkup Sekolah

Edukasi Bencana Lebih Dini BPBD Jawa Timur Gelar Expedisi Mosipena di Lingkup Sekolah

Kopatas.News || Surabaya – Kajian risiko bencana yang berbasis masyarakat akan meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan masyarakat, menyiapkan baik secara fisik dan psikologis terhadap kemungkinan bencana alam yang akan datang. Selasa 21/9/2021.

Dengan merumuskan rencana aksi bersama, akan meningkatkan partisipasi masyarakat agar bekerjasama dan berkoordinasi sebelum, saat situasi tanggap darurat terjadi. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat daerah rawan bencana.

Adalah bentuk usaha dalam rangka memitigasi bencana terutama pada daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi Kegiatan edukasi bencana kepada masyarakat.

Merupakan langkah awal kajian ancaman atau potensi bencana alam yang ada disekitar masyarakat baik dari jenis dan tingkat resiko, frekwensinya disaat jangka waktu,, wilayah yang terdampak bahaya, Bertujuannya agar masyarakat memahami faktor yang dapat memicu terjadinya suatu bencana.

Untuk selanjutnya mereka dapat melunakkannya jika bencana terjadi kepada masyarakat dan dapat meminimalisir korban jiwa maupun kerugian materi.

Edukasi Penanggulangan risiko bencana ini dilakukan untuk memahami pengalaman masyarakat dalam menghadapi bencana dan memampukan mereka mengembangkan strategi penanggulangannya melalui kearifan lokal, memahami sumberdaya yang tersedia dan digunakan dalam masyarakat untuk mengurangi risiko.

Merupakan langkah penting dalam memilih strategi pengurangan risiko dan penguatan kemampuan komunitas., Kesalahan bila suatu kemampuan masyarakat untuk mengabaikan dalam perancangan program karena hanya akan sia – sia sumber dari luar yang sedikit, belum tentu dapat diaplikasikan, hingga pada gilirannya justru berpeluang meningkatkan kerentanan mereka.

Musim penghujan mulai tiba di kota Surabaya, Dimana bencana tersebut harus bisa di atasi oleh semua lapisan masyarakat terutamanya. Tim BPPD Jawa Timur yang Terdiri dari M. Mahmudi mengadakan edukasi satuan pendidikan serta membawa mosipena (mobil edukasi penanggulangan bencana), ” Aman bencana Jawa Timur di SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya.”

Edukasi BPBD ke Siswa SMP
Kemala Bhayangkari 6 Surabaya

Sekolah Peduli yang berbudaya lingkungan yang terletak di Jalan Gresik no 39, dalam sambutannya Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya menghaturkan banyak “terima kasih kepada BPPD Jawa Timur yang sudah memberikan kepercayaan kepada pihak Sekolah pinggiran di wilayah Surabaya Utara Tersebut”.

Dalam kesempatan tersebut kepala sekolah Syarul juga menyampaikan kepada BPPD Jawa Timur tentang kegiatan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas mulai masuk cek suhu badan sampai pulang.

Lanjut, Syarul menyampaikan kepada BPPD Jawa Timur bahwa SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya “Alhamdulilah dalam 2 hari di percaya oleh pukesmas sekolahan dipergunakan untuk kegiatan vaksinasi.” Ujarnya

Mahmudi mengajak siswa SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya untuk tetap jaga protokol kesehatan dan menjalankan 5 M jangan sampai kendor dan lengah agar kota Surabaya kembali sehat sehingga covid hilang dari muka bumi ini. “Pungkasnya.

(Mahmudi)

 106 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.