Presiden Bandara Jenderal Besar Soedirman Hadir, Ekonomi Daerah Sekitar Dapat Tumbuh

Presiden Bandara Jenderal Besar Soedirman  Hadir, Ekonomi Daerah Sekitar Dapat Tumbuh

kopatas.news II Semarang Mendorong pengembangan ekonomi, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana meninjau langsung perkembangan pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga. Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (11 /6). Dengan menggunakan pesawat khusus ATR 72-600 yang membawa Presiden dan rombongan tiba di bandara tersebut sekitar pukul 08.35 WIB.

“Pagi hari ini saya mengunjungi Kabupaten Purbalingga untuk melihat perkembangan pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman yang runway-nya telah selesai dibangun. Sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas peninjauan.

Selain memiliki landas pacu, bandara tersebut memiliki apron seluas 100 x 76 meter, dan taxiway sepanjang 70 x 13 meter. Dengan kapasitas tersebut, bandara dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600.

“Meskipun terminalnya belum selesai, tetapi minggu yang lalu telah mulai dilakukan penerbangan dari Jakarta ke Purbalingga”. Kemudian dari Purbalingga ke Surabaya oleh Citilink. Sementara, kita melihat juga penumpangnya lebih dari 70 persen, alhamdulillah,” imbuhnya.

Menurut Presiden, pengoperasian bandara tanpa menunggu pembangunan terminal selesai. Menjadikannya lebih produktif dibandingkan jika harus menunggu terminal selesai dahulu. Tentu cara-cara seperti itu juga diharapkan bisa diikuti oleh bandara-bandara lain yang kini masih dalam proses pembangunan.

Hal itu bagus, saya senang meskipun terminalnya masih terminal darurat, belum selesai, tetapi airport-nya sudah dipakai. Tentu saya kira ini akan lebih produktif seperti itu dari pada kita menunggu terminal harus selesai baru dilakukan penerbangan. Maka saya kira cara-cara cepat seperti ini yang akan terus kita lakukan. Baik terhadap airport dan lainnya yang dalam tahap proses dibangun,” jelasnya.

Kepala Negara berharap, kehadiran Bandara Jenderal Besar Soedirman dapat memberikan kontribusi. Dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya bagian barat dan selatan.

Sangat, “kita harapkan bandara ini akan memberikan kontribusi menumbuhkan ekonomi. Tidak hanya di Kabupaten Purbalingga tetapi juga di Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, dan juga daerah sekitarnya, termasuk Kebumen,” kata Presiden. Sehingga kita harapkan mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas logistik akan lebih baik. Dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi pada wilayah di Jawa Tengah bagian selatan ini,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menambahkan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah memulai operasinya per tanggal 1 Juni 2021. Kemudian dilakukan penerbangan komersial perdana per tanggal 3 Juni 2021. Rencananya, pembangunan bandara akan dikembangkan dengan penambahan fasilitas panjang landas pacu menjadi 2.200 meter. Dengan kondisi tersebut,” lanjut Awaluddin, nantinya pesawat yang lebih besar seperti Airbus 320 dan Boeing 737-800 atau 737-900. Sudah bisa mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman.

“Kapasitas terminal pun akan kemudian berganti yang sekarang masih dalam posisi terminal temporer akan kemudian menjadi permanen. Tentu kemudian akan kami kembangkan dan insyaallah akan selesai dengan luasan 1.300 meter persegi pada awal 2023 nanti,” ulasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan Bandara Jenderal Besar Soedirman antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, beserta Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, dirilis dari sumber BPMI Setpres.**

(Red 01/PU/Syarif)

 138 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.