Ketum PB PGRI : Pembunuhan Guru di Puncak Papua Aksi Biadab Separatis

Ketum PB PGRI : Pembunuhan Guru di Puncak Papua Aksi Biadab Separatis

kopatas.news II Jakarta – Makin liar, kami mengutuk keras atas penembakan hingga menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut.

Demikian ditegaskan oleh Ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof Unifah Rosyidi dalam keterangan tertulis yang dilansir oleh sejumlah awak media, Kamis (15/4), sore.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang menewaskan dua guru Atas nama Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28) di Distrik Beoga Kabupaten Puncak Papua. Telah menyita perhatian banyak pihak. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengecam dan mengutuk aksi biadab tersebut.

Unifah mengatakan, guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang bertugas mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa. Sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Maka untuk itu, Unifah menyampaikan bahwa guru tidak sepatutnya ditembak.

“Dia (guru) bukan sosok yang berkonflik, melainkan pendidik anak-anak. Dia tidak terlibat atau termasuk kelompok kepentingan. Jadi siapa pun harusnya menghormati. Kalau sampai guru itu ditembak, dibunuh, itu menurut kami biadab,” tegas Unifah kembali.

“Guru harus dilindungi., Di Papua kan kekurangan guru jadi kami minta agar mereka dilindungi oleh pemerintah. Dan aparat keamanan memberikan jaminan kepada para guru,” kata Unifah.

Diberitakan sebelumnya, KKSB pimpinan Sabinus Waker dilaporkan juga membakar sejumlah sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Papua, yaitu SD Jambul, SMPN 1, dan SMA 1 Beoga. 

Kecaman atas aksi biadab itu juga datang dari Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal yang mengatakan aksi dan pelaku penembakan guru di Papua adalah perbuatan biadab. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Puncak Wilem Wandik, aksi biadab KKB ini menodai nilai-nilai kemanusiaan. “Guru dan tenaga medis adalah pejuang kemanuasiaan mereka sepatutnya mendapat perlindungan,” tandas Bupati Puncak, beberapa waktu lalu.**

(TimRed)

 3,564 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.