Giatkan Eradikasi Frambusia, Bupati Serang Terima Penghargaan Kemenkes

Home Uncategorized Giatkan Eradikasi Frambusia, Bupati Serang Terima Penghargaan Kemenkes
Giatkan Eradikasi Frambusia, Bupati Serang Terima Penghargaan Kemenkes

kopatas.news II Searang

Geliat kerja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas upaya eradikasi frambusia selama lima tahun terakhir. Penghargaan diterima langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Profesor Sujudi, Kemenkes, Jakarta, Rabu (7/4).

Eradikasi frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen. Sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional. “Sekarang sudah ada contoh daerah yang sukses melaksanakan eleminasi kusta dan eradikasi frambusia”. Maka kami harapkan, yang sudah berhasil memberikan contoh kepada daerah lain,” kata Budi saat memberikan sambutan.

Menurutnya, kusta dan frambusia sudah ada sejak lama dan masih ada hingga saat ini. Diperlukan penanganan yang serius dari kepala daerah melalui kebijakan yang efektif. “Penanganannya lebih mudah dari Covid-19, karena sudah ada obatnya”. Namun kita perlu bekerja lebih keras lagi untuk benar-benar menghilangkan kusta dan frambusia di seluruh daerah,” kata Budi.

Menurut data dari Kemenkes, hanya Provinsi Sulawesi Selatan yang mendapatkan sertifikat eleminasi kusta. Kemudian delapan kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat eradikasi frambusia. Meliputi, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Bengkulu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kota Blitar, dan Kota Madiun.

“Saya ucapkan selamat kepada daerah yang sudah mendapatkan sertifikat dan penghargaan”. Dan semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang belum mencapai eleminasi kusta dan eradikasi frambusia,” ujar Budi.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kemenkes. “Alhamdulillah, ini berkat kerja keras kita semua, bersama seluruh lapisan masyarakat”. Dan atas layanan kesehatan Dinas Kesehatan bersama masyarakat,” ulas Tatu.

Menurut Tatu, frambusia merupakan penyakit kulit yang cukup berat dari PHBS yang tidak baik. Untuk menekan penyebaran penyakit ini, Pemkab Serang menurunkan program perbaikan rumah tidak layak huni. Perbaikan sanitasi dan lingkungan, penyuluhan hingga survei ke sekolah-sekolah. “Kita harus semangat terus meningkatkan PHBS, sehingga penyakit ini tidak lagi timbul di masyarakat,” imbuhnya.**

Moch Irsyad


 2 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.