Lampung Bersejarah Di Kerajaan Sriwijaya Abat Ke 7

Home ARTIKEL Lampung Bersejarah Di Kerajaan Sriwijaya Abat Ke 7
Lampung Bersejarah  Di Kerajaan Sriwijaya Abat  Ke 7

kopatas.news II Bandar Lampung

Suku Lampung secara tradisional geografis adalah suku yang menempati seluruh Provinsi Lampung dan sebagian Provinsi Sumatera Selatan. Meliputi sebagian selatan dan tengah yang menempati daerah Martapura, dan Muaradua. Sementara, di Komering Ulu, ada di Kayu Agung, Tanjung Raja. Sedangkan untuk Komering Ilir, berada di Merpas diselatan Bengkulu serta Cikoneng di pantai barat Banten.

Asal usul

Asal-usul ulun Lampung (orang Lampung) erat kaitannya dengan istilah Lampung sendiri. Pada abad ke VII orang di negeri Tiongkok sudah membicarakan suatu wilayah didaerah Selatan (Namphang) dimana terdapat kerajaan yang disebut Tolang Pohwang, To berarti orang dan Lang Pohwang adalah Lampung. nama Tolang, Po’hwang berarti “orang Lampung” atau “utusan dari Lampung” yang datang dari negeri Tiongkok sampai abad ke 7. Terdapat bukti kuat bahwa Lampung merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan menguasai sebagian wilayah Asia Tenggara termasuk Lampung dan berjaya hingga abad ke-11.

Dalam kronik Tai-ping-huan-yu-chi dari abad kelima Masehi, disebutkan nama-nama negeri di kawasan Nan-hai (“Laut Selatan”), antara lain dua buah negeri yang disebutkan berurutan: To-lang dan Po-hwang. Negeri To-lang hanya disebut satu kali. Tetapi negeri Po-hwang cukup banyak disebut, sebab negeri ini mengirimkan utusan ke negeri Tiongkok tahun 442, 449, 451, 459, 464 dan 466. Prof. Gabriel Ferrand, pada tulisannya dalam majalah ilmiah Journal Asiatiqu, Paris, 1918, hal. 477. Berpendapat bahwa kedua nama itu mungkin hanya satu nama: To-lang-po-hwang. Lalu negeri itu dilokasikan Ferrand di daerah Tulangbawang Lampung.


Prof. Purbatjaraka, dalam bukunya Riwayat Indonesia I, Jajasan Pembangunan, Djakarta, 1952, hal. 25, menyetujui kemungkinan adanya kerajaan Tulangbawang. Meskipun diingatkannya bahwa anggapan itu semata-mata karena menyatukan dua toponimi dalam kronik Tiongkok, dikutif dari berbagai sumber sejarah.**

(Red 01)

 2 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.